“Natal dan Tahun Baru kemarin juga banyak yang pesan rujak untuk dijadikan hampers,” katanya sambil tersenyum.
Buah-buahannya selalu fresh. Kembariani ogah menyetok, ia lebih suka beli langsung ke distributor tiap hari. “Biasanya pakai mangga gading, pepaya Bali, dan nanas Sunpride,” jelasnya. Jadi, jenis buahnya ikut musim, menjaga kualitas rasa tetap optimal.
Kisah Sukses yang Menginspirasi
Dengan modal harian sekitar Rp 5-7 juta, omzet bulanannya disebut-sebut bisa menembus angka Rp 50 juta lebih. Lumayan, kan? Tapi bagi Kembariani, kunci utamanya bukan cuma angka.
“Konsistensi dan kesabaran,” tegasnya, menjadi fondasi agar usahanya tetap bertahan dan berkembang.
Pelanggan setia seperti Ginta (37) membuktikan bahwa rasa dan kuantitas sejalan. Ia mengaku ketagihan.
“Daging mangganya tebal, makan satu sampai tiga potong saja sudah kenyang. Sambalnya pedas manisnya pas, nagih tapi tidak bikin perut panas,” tuturnya.
Jadi, sederhana sebenarnya: buah segar, sambal pas, dan penyajian yang menarik. Kombinasi itulah yang membuat Rujak Mak Lemak tak cuma sekadar jajanan, tapi pengalaman makan yang bikin orang ingin kembali lagi.
Artikel Terkait
21 Terdakwa Kerusuhan DPR Divonis Pengawasan, Bebas dari Jeruji
Welas Asih yang Sejati Lahir dari Tubuh yang Tenang, Bukan Paksaan Moral
Rapat Darurat PBNU Pulihkan Posisi Gus Yahya sebagai Ketua Umum
Kaban Soroti Eksploitasi Hutan dan Penegakan Hukum yang Lembek