"Terus motornya di mana sekarang?" tanya KDM penasaran.
"Dipakai sama anak," jawab Suderajat singkat.
Anak nomor duanya, katanya, yang membawa motor itu. Dan tujuannya? Untuk cari tambahan dengan mengojek.
"Katanya buat ngojek," cerita Jajat blak-blakan.
KDM pun memastikan, "Oh jadi motor yang dari Kapolres Metro buat ngojek?"
"Buat ngojek," tegas Jajat.
Pertemuan antara gubernur dan penjual es kue ini sendiri diungkap oleh Ketua RW setempat, M Ali Akbar. Menurutnya, KDM tak cuma ngobrol biasa. Dia memberikan masukan, motivasi, dan tentu saja, bantuan modal usaha dalam bentuk uang.
Semua ini berawal dari sebuah insiden memilikan. Suderajat menjadi viral setelah difitnah dan diduga dianiaya oknum aparat di Kemayoran, Jakarta Pusat. Dia dituduh menjual es kue berbahan spons yang tak layak makan.
Namun begitu, hasil pemeriksaan Labfor Polri dan Dinas Kesehatan DKI Jakarta membuktikan sebaliknya. Es kue Jajat aman dikonsumsi.
Pasca kejadian, dua oknum aparat yang terlibat Aiptu Ikhwan Mulyadi dan Serda Heri Purnomo telah datang dan meminta maaf langsung kepadanya. Kisahnya pun berbalik dari nestapa menjadi sebuah keberuntungan.
Artikel Terkait
DJP Catat Lebih dari 8 Juta Laporan SPT Tahunan 2025 Hingga Tenggat
Timnas Futsal Indonesia Umumkan 19 Pemain untuk Persiapan ASEAN Championship 2026
Pemerintah Gandeng Ansor Jateng Garap Program Brigade Pangan
Gua Andulan di Luwu: Situs Pemakaman Adat yang Menyimpan Sejarah dan Tantangan