Polisi Bergerak dan Fakta yang Mengejutkan
Gelombang viral ini akhirnya membuat Polres Metro Jakarta Pusat turun tangan. Kasat Reskrim, AKBP Roby Heri Saputra, menyebut sampel es gabus Sudrajat langsung diamankan untuk diperiksa di laboratorium. Hasilnya? Berbanding terbalik dengan tudingan yang beredar.
Tim Keamanan Pangan Dokpol Polda Metro Jaya memastikan produk itu aman dan layak konsumsi. Sama sekali tidak ditemukan zat berbahaya apalagi spons.
kata Roby.
Penyelidikan mereka bahkan menjalar hingga ke pabrik es di Depok. Hasilnya tetap sama: nihil bahan berbahaya. Sebagai bentuk tanggung jawab, polisi pun mengganti semua kerugian dagangan yang sempat disita. “Kami ingin masyarakat terlindungi, tapi pedagang kecil juga tidak dirugikan,” ucap Roby.
Maaf yang Terlambat
Setelah fakta laboratorium berbicara, kedua aparat yang terlibat akhirnya menyampaikan permintaan maaf secara terbuka, Selasa (27/1). Aiptu Ikhwan Mulyadi mengakui kesalahannya. Ia bertindak gegabah, mengambil kesimpulan sebelum hasil uji keluar, meski awalnya bermaksud menanggapi laporan warga.
katanya.
Sementara itu, di dunia maya, Luna masih jadi buruan. Identitasnya yang dulu viral karena tudingan, kini justru menjadi beban. Kisah ini, pada akhirnya, adalah pelajaran mahal tentang bagaimana sebuah tuduhan yang tak berdasar bisa menghancurkan hidup seseorang dalam hitungan jam.
Artikel Terkait
Born to Run: Kisah Dua Keluarga yang Bangkit dari Reruntuhan Kecelakaan
Mimpi Buruk Berujung Maut: Remaja di Karawang Tewaskan Ayah Kandung
Gus Ipul Tinjau SRMA, Dengar Langsung Kisah Murid yang Hidupnya Berubah
Anggota DPRD Kupang Ditahan, Terancam Pasal KDRT dan Perlindungan Anak