Somaliland: Kisah Negara yang Ada, Meski Tak Diakui Dunia

- Rabu, 28 Januari 2026 | 17:06 WIB
Somaliland: Kisah Negara yang Ada, Meski Tak Diakui Dunia

Di sisi lain, pembangunan ekonomi jadi senjata diplomasi yang nyata. Lihat saja Pelabuhan Berbera dan Zona Ekonomi di sekitarnya. Proyek raksasa itu bukan cuma soal infrastruktur; ia adalah pernyataan politik. Pelabuhan itu kini jadi jalur hidup bagi Ethiopia yang terkurung daratan, sekaligus mengangkat nilai tawar Somaliland di peta geopolitik Teluk Aden yang sibuk. Mereka juga aktif menjaga keamanan laut di sana, ikut serta memerangi pembajakan sebuah kontribusi yang diam-diam dihargai banyak pihak.

Namun begitu, aset terbesar mereka mungkin justru tersebar di seluruh dunia: diaspora-nya. Komunitas ini bekerja tanpa lelah sebagai duta soft power. Melalui lobi di Washington, Brussels, dan tempat-tempat lain, mereka membangun jaringan, mengampanyekan narasi bahwa Somaliland adalah oasis stabilitas dan demokrasi di kawasan yang bergejolak. Upaya mereka perlahan membentuk persepsi global.

Dampak Regional dan Tantangan Pengakuan Internasional

Kemajuan Somaliland ini jelas memicu kemarahan Mogadishu. Pemerintah Federal Somalia melihat setiap langkah diplomatik Hargeisa sebagai pengikisan kedaulatan mereka. MoU dengan Ethiopia itu memicu krisis terbuka, memperlihatkan betapa rapuhnya ikatan nasional Somalia dan betapa kuatnya keinginan Somaliland untuk diakui.

Ketegangan ini berimbas pada stabilitas kawasan. Perhatian Somalia yang seharusnya fokus melawan Al-Shabaab kini terpecah. Yang lebih rumit lagi, rivalitas regional ikut terbawa. Somaliland, dengan sekutu seperti Ethiopia dan Uni Emirat Arab, seolah berhadapan dengan blok Somalia yang didukung Turki dan Qatar. Dinamika ini mengubah persoalan pengakuan dari sekadar masalah hukum internasional menjadi permainan geopolitik tingkat tinggi di Tanduk Afrika.

Jadi, jalan menuju pengakuan penuh masih panjang dan berliku. Tantangannya bukan lagi sekadar membangun negara yang berfungsi itu sudah mereka buktikan melainkan meruntuhkan tembok politik dan kepentingan global yang tak mudah bergeser. Masa depan Somaliland masih digantungkan pada diplomasi yang lincah dan kesabaran yang luar biasa.


Halaman:

Komentar