Rapat kerja dengan Komisi III DPR pada Rabu (28/1) ternyata cukup panas. Ketua KPK Setyo Budiyanto mengakui, lembaganya memang punya target untuk melakukan operasi tangkap tangan atau OTT. Tapi, dia buru-buru meluruskan. Target itu bukan angka mati yang dipaksakan, melainkan benar-benar bergantung pada informasi yang berhasil dikumpulkan oleh tim penyidik.
"Tadi disampaikan bahwa sudah lama tidak OTT. Sebenernya hampir beberapa bulan sekali pasti ada. Gitu," ujar Setyo di hadapan para anggota dewan.
Dia melanjutkan, "Karena itu juga salah satu target kami, tapi sekali lagi, bukan target yang dipaksakan. Targetnya adalah sesuai dengan informasi yang kami dapatkan."
Di sisi lain, kendala operasional jadi pembahasan serius. Wakil Ketua KPK, Fitroh Rohcahyanto, tak sungkan menyebut titik lemahnya. Selain soal keterbatasan SDM, peralatan yang ada dinilai sudah ketinggalan zaman.
"Apa sih sebenernya hambatan paling besar yang di KPK selain tentang SDM yang kurang, ya berikanlah kami alat yang canggih, supaya OTT tidak hanya 1 sebulan," tutur Fitroh dengan nada blak-blakan.
Dia menegaskan, "Kurang canggih Pak, kurang canggih. Ini sudah tidak up to date. Jadi kalau anggota Komisi III kasih anggaran besar buat beli alat barangkali OTT lebih masif."
Menanggapi hal ini, Setyo dalam kesempatan terpisah mencoba memberikan penjelasan lebih dalam. Menurutnya, OTT yang dilakukan KPK sama sekali tidak menargetkan pihak tertentu secara subjektif. Semuanya murni berawal dari laporan masyarakat yang kemudian ditindaklanjuti.
Artikel Terkait
Pedagang Kecil Dianiaya, Kata-kata Aparat yang Bikin Miris: Makan Habisin, Biar Kamu yang Modar
Kajari Sleman Minta Maaf, Kasus Hogi Dihentikan Paksa Komisi III
Indonesia Masuk Dewan Perdamaian Gaza: Celah Diplomasi atau Hanya Ruang Kosong?
Somaliland: Kisah Negara yang Ada, Meski Tak Diakui Dunia