Genangan air masih menyelimuti Kabupaten Pati. Sudah hampir tiga pekan, banjir ini tak hanya merendam rumah, tapi juga mematikan denyut perekonomian warga. Bagi banyak orang, bertahan hidup kini sepenuhnya bergantung pada bantuan yang datang.
Memiliki tabungan tentu masih memberi sedikit napas. Tapi ceritanya jadi lain untuk Masudah, seorang perempuan 52 tahun dari Desa Doropayung, Juwana. Dompetnya kosong melompong. Usaha kerupuk yang selama ini menghidupi keluarganya, ambruk diterjang banjir.
“Kalau punya tabungan, ada yang diandalkan. Lha ini gak punya sama sekali. Modal habis karena kerupuknya nggak jadi,”
ungkapnya di Posko Pengungsian Desa Doropayung, Rabu lalu. Suaranya lirih, penuh kepasrahan.
Bertahun-tahun, kerupuklah tulang punggung keluarga Masudah. Bahkan sesaat sebelum banjir besar merendam segalanya tiga pekan silam, ia masih sempat memproduksi. Kini, semua terhenti. Ia hanya bisa pasrah menunggu bantuan sembako. Tinggal bersama anak yang sudah berkeluarga di luar daerah pun bukan pilihan. Ia merasa harus menjaga rumahnya.
“Kemarin sempat ikut anak di Kaliori, Rembang. Tapi kemudian memutuskan pulang untuk menengok rumah. Sampai sekarang tinggal di pengungsian,” bebernya.
Menurut Masudah, puncak banjir lalu airnya mencapai ketinggian yang mengerikan: sekitar satu setengah meter, atau setinggi leher orang dewasa. Saat ini mungkin sudah mulai surut, tapi masih berkisar 80 sentimeter. Dan situasinya tak menentu.
“Kemarin sempat surut, tapi semalam naik lagi karena hujan deras. Pas banjir paling tinggi itu ya sampai seleher,” sebutnya.
Di sisi lain, ada juga yang nasibnya sedikit berbeda, meski sama-sama terpuruk. Seperti Fatonah, 63 tahun. Hidupnya biasa ia sandarkan pada berjualan jajanan di sekitar usaha ikan. Tapi banjir tiga pekan ini memaksa lapaknya tutup total. Anaknya yang bekerja di tambak ikut terdampak, tak bisa berkutik.
Artikel Terkait
Cak Imin Prihatin, Bupati Cilacap Tersangka KPK Diduga Targetkan Dana Rp750 Juta
Andrea Kimi Antonelli Raih Kemenangan Perdana F1 di Shanghai, Mercedes Dominasi Podium
Lebih dari 24 Ribu Jemaah Umrah Indonesia Telah Kembali ke Tanah Air
Berbuka Puasa di Denpasar Hari Ini Pukul 18.36 WITA