Desakan Pecat Kapolri Mengemuka, Dua Organisasi Soroti Pernyataan "Lawan Sampai Titik Darah Terakhir"
Suasana politik kembali memanas. Aliansi Penjaga dan Pencinta Bangsa (APP-BANGSA) bersama Paguyupan Pejuang dan Purnawirawan TNI (P3 TNI) secara terbuka mendesak Presiden Prabowo Subianto untuk memberhentikan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo. Desakan keras ini muncul bukan tanpa sebab, melainkan dipicu oleh pernyataan sang jenderal yang dinilai mengancam sendi-sendi demokrasi.
Semuanya berawal dari rapat di Komisi III DPR RI. Di sana, Kapolri Listyo Sigit menyatakan akan "melawan sampai titik darah terakhir" terkait wacana penataan kelembagaan Polri. Bagi banyak yang mendengar, ini bukan sekadar ungkapan emosional belaka. Pernyataan itu, menurut APP-BANGSA dan P3 TNI, lebih mirip sinyal pembangkangan dari sebuah institusi.
“Pernyataan tersebut sangat berbahaya bagi negara hukum dan demokrasi. Itu bukan bahasa pejabat sipil dalam negara demokratis, melainkan bahasa ancaman,”
Begitu bunyi pernyataan resmi kedua organisasi yang dirilis dari Bandung, Selasa lalu. Mereka menegaskan, dalam sistem kita, aparat bersenjata harus tunduk sepenuhnya pada kekuasaan sipil. Wacana penataan lembaga negara adalah ranah politik konstitusional, bukan arena untuk adu kekuatan.
Artikel Terkait
Gempa Magnitudo 6,1 Guncang Tahuna, Pusatnya Hanya 10 Kilometer
Ketua Komisi III Geram: Korban Penjambret Dijerat Hukum, Keluarga Pelaku Malah Minta Uang Kerahiman
Keluarga Penjambret Minta Uang Kerahiman, Komisi III Geleng-geleng
Remaja 16 Tahun Tewas Ditusuk Saat Bela Teman dari Aksi Perundungan di Anyer