Blitar diguncang sebuah tragedi keluarga yang memilukan. Minggu lalu, di Desa Gandekan, Wonodadi, seorang nenek berusia 70 tahun tewas dibunuh. Yang mengejutkan, pelaku yang ditangkap di Tulungagung tak lain adalah menantunya sendiri, seorang perempuan berusia 21 tahun.
Korban diketahui berinisial SP. Sementara pelaku, NV, ternyata sudah menjadi bagian dari keluarga itu selama satu setengah tahun terakhir. Menurut Kapolres Blitar Kota, AKBP Kalfaris Triwijaya Lalo, akar masalahnya adalah konflik rumah tangga yang berlarut-larut. Rasa sakit hati yang menumpuk, katanya, akhirnya meledak menjadi malapetaka.
"Tersangka mengaku sering dimaki dan puncaknya diusir oleh korban pada hari kejadian. Hal itu memicu pertengkaran hebat di antara keduanya,"
ujar AKBP Kalfaris, menjelaskan motif di balik tindakan keji itu.
Semuanya berawal dari adu mulut yang panas. Dalam pengakuannya, NV menyebut sang mertua sempat mengancamnya dengan gergaji. Emosi pun tak terbendung. NV mendorong SP hingga terjatuh ke dalam kamar. Dalam keadaan kalut, ia lalu mencekik wanita tua itu dengan tangan kosong, lalu dibantu bantal.
Artikel Terkait
Cak Imin Prihatin, Bupati Cilacap Tersangka KPK Diduga Targetkan Dana Rp750 Juta
Andrea Kimi Antonelli Raih Kemenangan Perdana F1 di Shanghai, Mercedes Dominasi Podium
Lebih dari 24 Ribu Jemaah Umrah Indonesia Telah Kembali ke Tanah Air
Berbuka Puasa di Denpasar Hari Ini Pukul 18.36 WITA