"Diharapkan MBG yang disiapkan SPPG Asey Besar Sentani Timur Kabupaten Jayapura, Papua, dapat meningkatkan kesehatan generasi muda Papua agar tumbuh sehat, cerdas, dan siap menghadapi masa depan," ujarnya.
Di sisi lain, dampak program ini ternyata lebih dari sekadar urusan gizi. Hesty Imelda Kere, Ketua Yayasan Teker Harapan Papua yang menaungi SPPG, menyoroti aspek pemberdayaan. Menurutnya, kehadiran dapur ini memberi kontribusi nyata bagi komunitas masyarakat adat sekitar.
"Karena yang kami libatkan di dalam setiap kerja-kerja di SPPG Asey Besar adalah masyarakat adat setempat. Para relawan kami ambil dari komunitas masyarakat adat, supplier juga kami ambil dari komunitas masyarakat adat," kata Hesty.
Ia melanjutkan, keterlibatan itu menyeluruh. Bahan baku, tenaga kerja, hingga jasa angkutan semua bersumber dari warga lokal. Logikanya jelas: mereka yang paling paham medan dan kebutuhan.
"Kebutuhan lainnya seperti angkutan juga (melibatkan masyarakat), karena kami melayani anak-anak sekolah dan kelompok B3-ibu hamil, ibu menyusui, dan balita-di wilayah perairan Danau Sentani," tutupnya.
Jadi, di balik gelombang danau yang ganas, ada cerita tentang ketekunan dan sebuah pendekatan yang berusaha menyentuh akar rumput. Bukan cuma mengantar makanan, tapi juga memperkuat komunitas dari dalam.
Artikel Terkait
Imigrasi Datang ke Kantor, Antrean Paspor Tak Lagi Panjang
Es Jadul Dinyatakan Aman, Tapi Arogansi Seragam Sudah Terlanjur Melukai
Sultan Ground Resmi Diserahkan, Mapolda DIY Siap Bangun Markas Baru
Kemenag Siapkan Rp 12,6 Triliun untuk Lahirnya Ditjen Pesantren