Kisah Sudrajat ini benar-benar memilukan. Pria 50 tahun asal Bojonggede, Bogor, itu sempat ramai karena dituduh menjual es gabus dari spons. Tapi, di balik berita viral itu, ternyata ada kehidupan yang jauh lebih berat yang ia tanggung setiap hari.
Rumahnya lapuk. Parahnya, atapnya ambrol diterjang hujan deras pada Selasa, 20 Januari lalu. Saat dikunjungi, kondisi rumah di sebuah gang sempit itu memang memprihatinkan. Dari luar terlihat tua dan tak terawat. Masuk ke dalam, cahaya temaram menerobos dari celah-celah asbes yang sudah jebol.
Ali Akbar, sang Ketua RW, mengonfirmasi kejadian itu. "Rumahnya ambrol Selasa kemarin," katanya. "Soalnya rumahnya lapuk terus, cuaca hujan terus menerus."
Namun begitu, ada secercah harapan. Warga sekitar langsung bergerak cepat. "Beruntung dana dari desa turun, kami warga langsung belikan material," ujar Ali Akbar. Beberapa lembar asbes baru kini sudah tersedia untuk memperbaiki atap yang bocor.
Bukan cuma masalah tempat tinggal. Sudrajat juga terbeban dengan pendidikan anak-anaknya. Dari kelima anaknya, hanya dua yang masih bisa bersekolah. Tiga lainnya terpaksa putus sekolah karena ketiadaan biaya.
Pemerintah Kabupaten Bogor pun turun tangan. Bantuan sembako disalurkan oleh perangkat wilayah, termasuk Sekretaris Kecamatan Rawa Panjang Elfi Nila Hartanti dan Kepala Desa Mohammad Agus. Mereka juga berjanji akan memulihkan hak pendidikan anak-anak Sudrajat.
Artikel Terkait
TAUD Desak Polisi Ungkap Dalang Penyiraman Air Keras terhadap Aktivis KontraS
25 Kilogram Kokain Diamankan di Pesisir Selayar, Diduga Bagian Jaringan Internasional
TASPEN Gelar Mudik Gratis untuk 1.400 Pemudik dengan Asuransi Rp20 Juta
Pemkot Makassar Izinkan Takbiran di Lingkungan, Larang Konvoi dan Petasan