Suasana di Polsek Kemayoran, Jakarta Pusat, sempat tegang Senin malam lalu. Di aula mako, dua aparat satu dari Polri, satu dari TNI berdiri dan menyampaikan permintaan maaf secara terbuka. Mereka, Aiptu Ikhwan Mulyadi dan Serda Heri Purnomo, meminta maaf atas video viral yang menuding seorang penjual es hunkue jadul menggunakan spons sebagai bahan dagangannya.
“Kami menyampaikan permohonan maaf sebesar-besarnya,” ujar Ikhwan.
Ia menjelaskan, aksinya itu berawal dari laporan warga RW 05 Kelurahan Rawa Panjang yang khawatir. Ada dugaan makanan berbahaya beredar di sekitar mereka. Niatnya cuma satu: mengedukasi dan mencegah potensi bahaya. Tapi, langkahnya ternyata terlalu cepat. Ia mengakui, pemeriksaan laboratorium forensik belum sempat ditunggu. Akibatnya, kegaduhan tak terhindarkan.
“Kami turut merasakan bagaimana situasi ini memengaruhi usaha beliau,” tambah Ikhwan, merujuk pada pedagang bernama Sudrajat. Ia menegaskan tak ada maksud mencemarkan nama baik. Hanya ingin masyarakat merasa aman.
Propam Turun Tangan
Di sisi lain, gelombang konsekuensi internal mulai berjalan. Divisi Profesi dan Pengamanan (Propam) Polri kini turun tangan memeriksa sang Bhabinkamtibmas, Aiptu Ikhwan Mulyadi.
Kasatreskrim Polres Metro Jakarta Pusat, AKBP Roby Heri Saputra, membenarkan hal itu saat dikonfirmasi wartawan Selasa siang. “Propam juga turun melakukan pemeriksaan,” katanya.
Roby memastikan proses hukum internal sedang berlangsung. Namun begitu, soal bentuk sanksi apa yang bakal diterima anggota tersebut, ia tak bisa berkomentar lebih jauh. “Belum bisa kami sampaikan saat ini,” ujarnya singkat. Intinya, penyelidikan internal sudah dimulai, meski hasilnya masih harus ditunggu.
Permintaan maaf dan pemeriksaan Propam ini jadi penutup sebuah insiden yang ramai di media sosial. Awalnya cuma aksi cepat tanggap atas laporan warga, eh malah berujung pada keresahan dan protes. Pedagang kecil jadi sorotan, aparat dapat pemeriksaan. Semua berharap kejadian seperti ini tak terulang lagi.
Artikel Terkait
Tabrakan KA Argo Bromo Anggrek dengan KRL di Bekasi Timur Tewaskan Dua Orang, Puluhan Luka-Luka
PSM Makassar Takluk 2-0 dari Bali United Usai Kartu Merah di Babak Pertama
Tabrakan Frontalka Argo Bromo Anggrek dan KRL di Stasiun Bekasi Timur, Jalur Kereta Lumpuh Total
Harga Minyak Goreng Meroket, INDEF Ungkap Lonjakan Biaya Plastik Kemasan Ikut Jadi Pemicu