Yang ketiga ini, bagi saya, paling fatal. Kabar bahwa beliau gabung di dewan perdamaian bikinan Trump, lalu menyumbang triliunan rupiah ke sana.
Kita di sini sibuk memboikot produk-produk terkait, eh pemimpin kita malah kasih sumbangan segede itu. Sungguh nggak nyambung.
Memang, kalau ada yang nuduh Prabowo pro-Israel dan pro-penjajah, pasti kita sebagai warga Indonesia keberatan. Presiden kita kok dituduh begitu.
Tapi dengan fakta sumbangan triliunan tadi, ya susah. Bantahannya jadi terasa berat. Rasanya seperti ditampar sama kenyataan sendiri.
Lalu mau bagaimana? Misalnya kita demo menuntut beliau turun, yang naik adalah Gibran. Ya nggak mungkin juga kan? Jadinya serba salah. Buntu.
Entah dosa apa kita semua sampai harus dapat pemimpin yang bikin hati galau begini.
Mungkin sekarang cuma bisa berdoa. Semoga Allah masih sayang, masih memberikan perlindungan dan keberkahan untuk negeri ini. Aamiin.
Artikel Terkait
Bandara Sultan Hasanuddin Sambut Pemudik dengan Hampers Kejutan di Conveyor Belt
Lille Kalahkan Rennes 2-1 di Roazhon Park, Perkuat Posisi di Papan Atas
AVC Tetapkan Grup Champions Club Asia 2026, Indonesia Jadi Tuan Rumah dengan Dua Wakil
Simon Grayson Resmi Jadi Asisten Pelatih Timnas Indonesia