Oleh: Jonru Ginting
Pilpres 2024 kemarin, saya bukan bagian dari pendukung Prabowo. Tapi ya, setelah KPU menetapkan beliau sebagai pemenang, saya coba terima. Ada harapan, tentu saja, agar Indonesia bisa dibawa ke jalan yang lebih baik di bawah kepemimpinannya.
Bahkan, saya sempat beberapa kali menulis di media sosial yang isinya memuji beliau. Secara objektif, waktu itu sikap dan beberapa kebijakannya memang layak dapat apresiasi.
Sekarang? Saya menyesal. Dalam-dalam. Dan penyesalan ini khusus untuk dukungan saya di 2014 dan 2019.
Latar belakangnya sederhana: tiga peristiwa yang buat saya kecewa berat.
Pertama, soal banjir di Sumatera. Kenapa sih nggak ditetapkan sebagai bencana nasional? Padahal kerusakannya masif, korban banyak. Rasanya pemerintah kurang greget menangani ini.
Kedua, program MBG. Jujur, dari masa kampanye saya sudah nggak sreg. Apalagi sekarang. Lihat saja, petugas MBG digaji besar, sementara guru honorer yang jadi ujung tombak pendidikan hidupnya tetap serba kekurangan. Miris. Seolah perut yang kenyang lebih diutamakan ketimbang masa depan anak-anak lewat pendidikan yang bermutu.
Artikel Terkait
Es Hunkwe Dituding Spons, TNI AD Buka Suara Soal Klarifikasi Viral
Amien Rais Ingatkan Prabowo: Jangan Terjebak Agenda Trump Soal Palestina
Menteri PU Paparkan Progres Pascabencana: 1.200 Huntara Disiapkan, Normalisasi Sungai Capai 52%
Guru Tangerang Selatan Dilaporkan Polisi Usai Tegur Murid di Lomba Sekolah