Belakangan ini, beredar kabar soal sebuah "sayembara" yang tak biasa dari Solo. Sasaran utamanya adalah para pendukung setia Joko Widodo. Intinya, siapa pun yang berhasil membujuk para "pejuang" kasus ijazah palsu untuk datang berdamai ke Solo, konon bakal dapat imbalan yang menggiurkan.
Informasi ini sendiri datang dari Ahmad Khozinudin. Dia yang menjabat sebagai Koordinator Non Litigasi Tim Advokasi Anti Kriminalisasi Akademisi dan Aktivis itu menyampaikannya lewat keterangan tertulis, Senin lalu.
Menurut Khozinudin, ada beberapa nama yang dimaksud sebagai pejuang ijazah palsu itu. Mereka adalah Kurnia Tri Rohyani, M. Rizal Fadillah, Rustam Effendi, lalu Roy Suryo, dr. Tifa, dan Rismon Hasiholan Sianipar.
Lantas, apa motif di balik semua ini?
"Motifnya cuma satu," tegas Khozinudin.
Dia meyakini ini semua adalah upaya Jokowi untuk menghindari proses pengadilan. Rupanya, ada ketakutan tersendiri jika kasus ini benar-benar sampai ke meja hijau.
"Tujuannya juga hanya satu, merestorasi ijazah yang palsu seolah-olah menjadi asli hanya dengan narasi perdamaian," tambahnya.
Namun begitu, Khozinudin menegaskan bahwa hal semacam itu mustahil. Ijazah palsu, bagaimanapun caranya, tak bisa tiba-tiba menjadi sah hanya lewat kesepakatan damai antara dua pihak. Masalahnya lebih mendasar dari sekadar urusan perdamaian.
"Ijazah palsu harus diadili," ujarnya dengan nada tegas. "Itu yang harus dipertanggungjawabkan kepada seluruh rakyat Indonesia."
Di sisi lain, dia justru merasa lega. Enam orang yang disebut-sebut sebagai tersangka itu dinilainya tetap punya pendirian kuat. Mereka tak mudah goyah.
"Mereka tak tergiur dengan berbagai tawaran," kata Khozinudin, "dan juga tak takut dengan ancaman."
Jadi, perjuangan mereka masih terus berlanjut. Teguh di tempat, tanpa mau menyerah pada bujukan atau tekanan apa pun.
Artikel Terkait
Mobil Boks Terguling di Jalur Banjar-Pangandaran, Sopir Terjebak Dua Jam
Kericuhan Usai Persib Kalahkan Bhayangkara, Suporter Lempar Flare ke Arah Steward
Shakhtar Donetsk Jamu Crystal Palace di Semifinal Conference League di Polandia Akibat Perang
Braga dan Freiburg Bersaing Ketat di Semifinal Liga Europa, Leg Kedua Jadi Penentu