Belakangan ini, beredar kabar soal sebuah "sayembara" yang tak biasa dari Solo. Sasaran utamanya adalah para pendukung setia Joko Widodo. Intinya, siapa pun yang berhasil membujuk para "pejuang" kasus ijazah palsu untuk datang berdamai ke Solo, konon bakal dapat imbalan yang menggiurkan.
Informasi ini sendiri datang dari Ahmad Khozinudin. Dia yang menjabat sebagai Koordinator Non Litigasi Tim Advokasi Anti Kriminalisasi Akademisi dan Aktivis itu menyampaikannya lewat keterangan tertulis, Senin lalu.
Menurut Khozinudin, ada beberapa nama yang dimaksud sebagai pejuang ijazah palsu itu. Mereka adalah Kurnia Tri Rohyani, M. Rizal Fadillah, Rustam Effendi, lalu Roy Suryo, dr. Tifa, dan Rismon Hasiholan Sianipar.
Lantas, apa motif di balik semua ini?
"Motifnya cuma satu," tegas Khozinudin.
Dia meyakini ini semua adalah upaya Jokowi untuk menghindari proses pengadilan. Rupanya, ada ketakutan tersendiri jika kasus ini benar-benar sampai ke meja hijau.
Artikel Terkait
Korupsi Kuota Haji: Ulah Oknum atau Cacat Sistem yang Berkepanjangan?
Misteri Whip Pink di Balik Kematian Mendadak Lula Lahfah
Pesawat Caravan Mendarat Darurat di Perairan Nabire, Seluruh Penumpang Selamat
Badai Salju Tewaskan Sepuluh Jiwa, Ratusan Ribu Rumah Gelap Gulita di AS