Waspada Banjir Rob, Pesisir Jakarta Siaga Hingga Awal 2026

- Sabtu, 03 Januari 2026 | 04:50 WIB
Waspada Banjir Rob, Pesisir Jakarta Siaga Hingga Awal 2026

JAKARTA - Warga yang bermukim di pesisir utara Ibukota diminta bersiap. Pasalnya, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jakarta baru saja mengeluarkan peringatan soal potensi banjir rob. Ancaman ini disebut bakal berlangsung hingga tanggal 7 Januari 2026 mendatang.

Peringatan itu bukan tanpa alasan. Ini muncul menyusul laporan dari BMKG Stasiun Maritim Tanjung Priok. Menurut mereka, ada fenomena pasang maksimum air laut yang sedang terjadi. Nah, fenomena ini kebetulan banget berbarengan dengan fase bulan purnama dan perigee, atau yang biasa kita dengar sebagai Supermoon. Kombinasi keduanya ini berisiko mendongkrak permukaan air laut secara signifikan.

Kepala Pelaksana BPBD Jakarta, Isnawa Adji, menjelaskan bahwa kondisi alam tersebut sangat mungkin memicu banjir rob di sejumlah titik.

"Puncak pasang maksimumnya kami perkirakan antara pukul enam pagi sampai siang hari," ujarnya, Jumat (2/1/2026).

Lalu, daerah mana saja yang perlu waspada? Daftarnya cukup panjang: mulai dari Kamal Muara, Kapuk Muara, Penjaringan, Pluit, sampai ke Ancol. Juga Kamal, Marunda, Cilincing, Kalibaru, Muara Angke, Tanjung Priok, dan tak ketinggalan kawasan Kepulauan Seribu.

Isnawa menekankan, kewaspadaan harus ditingkatkan. Soalnya, pasang tinggi ini bisa bertahan beberapa hari, bukan cuma sesaat.

"Masyarakat pesisir perlu meningkatkan kesiapsiagaan mengingat durasi pasang tinggi bisa berlangsung beberapa hari berturut-turut," tegasnya.

Di sisi lain, BPBD juga mengimbau warganya untuk jeli melihat perubahan cuaca. Dinamika air laut bisa berubah dengan cepat, lho. Mereka yang tinggal di zona rawan sebaiknya menghindari aktivitas di pesisir saat puncak pasang terjadi.

Hal-hal praktis juga jangan dilupakan.

"Pastikan juga sistem drainase di sekitar rumah tetap berfungsi baik untuk menghindari terjadinya genangan air," pesan Isnawa.

Informasi resmi dari kanal digital pemerintah harus terus dipantau. Dan jika keadaan darurat terjadi, masyarakat tak perlu ragu menghubungi layanan gratis 112 yang sudah disiapkan untuk merespons laporan dan memberikan pertolongan.

Editor: Yuliana Sari

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar