Board of Piece, Apa Sih Sebenarnya?
Kalau mau jujur, ini seperti dagelan di panggung politik internasional. Gagasannya datang dari Donald Trump, yang meski sudah berstatus 'lansia' tapi ambisinya tak pernah surut. Intinya, dia ingin memonopoli proyek rekonstruksi Gaza. Targetnya jelas: menggeser peran PBB dan UNRWA yang selama ini jadi tulang punggung bantuan kemanusiaan di sana.
Jadi, bayangkan saja. Nanti ketika negara-negara lain urunan dana untuk membangun kembali Gaza, yang akan memegang kendali eksekusi bukanlah lembaga multilateral yang sudah mapan, melainkan "Board of Piece" ciptaannya ini. Sebuah langkah yang, bagi banyak pengamat, terasa sangat dipaksakan dan penuh kepentingan.
Dan lucunya atau mungkin tragisnya kekuasaan di badan ini mutlak dipegang Trump. Dia bahkan menyematkan sendiri jabatan "Ketua Board of Peace" seumur hidup. Tak perlu heran kalau nantinya anak-cucu atau kerabat dekatnya akan muncul mengisi posisi-posisi strategis. Modelnya mirip seperti bisnis keluarga, tapi skalanya global.
Artikel Terkait
Kelme Luncurkan Jersey Timnas Indonesia dengan Teknologi Jacquard dan Emblem Silikon 3D
IHSG Melemah 0,37%, Analis Soroti Potensi Koreksi dan Peluang Penguatan
BSI Gelar Festival Ramadan di Makassar, Tawarkan Diskon Umrah hingga DP 0% Kendaraan
IJTI Peringatkan Perjanjian Dagang RI-AS Ancam Media Nasional