Hujan deras yang mengguyur Jakarta sejak Kamis lalu benar-benar meninggalkan jejak. Hingga Minggu siang (25/1), pukul 14.00 WIB, air belum sepenuhnya surut. Menurut catatan BPBD DKI, sembilan RT di dua wilayah masih terendam.
Mohamad Yohan, Kapusdatin BPBD DKI Jakarta, membenarkan hal itu. Menurutnya, hujan yang tak henti sejak 22 Januari itulah biang keroknya.
Jakarta Timur jadi wilayah yang paling parah terdampak. Dari sembilan RT itu, delapan di antaranya ada di sini. Persisnya di dua kelurahan: Bidara Cina dan Kampung Melayu.
Di Bidara Cina, empat RT terendam dengan ketinggian air sekitar 20 hingga 30 sentimeter. Situasinya lebih buruk di Kampung Melayu. Di empat RT yang terdampak, air naik hingga ketinggian yang cukup mengkhawatirkan.
Selain di Timur, satu RT di Jakarta Utara juga belum bebas dari genangan. Tepatnya di Kelurahan Kapuk Muara, dengan air setinggi 20 cm.
Dampaknya, sejumlah warga terpaksa mengungsi. Berikut titik-titik pengungsian yang tercatat:
Jakarta Timur
- Kelurahan Bidara Cina (Masjid Al Abror RW 11): 6 KK, 16 jiwa.
- Kelurahan Kampung Melayu (SDN Kampung Melayu 01 dan 02): 13 KK, 65 jiwa.
Jakarta Barat
Kelurahan Rawa Buaya
Artikel Terkait
Tito Karnavian Desak Relokasi dan Reboisasi Usai Longsor Pasirlangu
Santet Masuk KUHP: Antara Mitos, Konflik Sosial, dan Dilema Hukum Modern
Suami Sleman Jalani Mediasi Usai Tewaskan Dua Jambret yang Sasar Istrinya
Lubang-Lubang Menganga di MT Haryono, Ujian Harian bagi Pengendara