Hujan deras yang mengguyur kawasan Cisarua, Bandung Barat, meninggalkan duka yang dalam. Longsor yang terjadi pada Minggu (25/1) itu bukan hanya merenggut nyawa dan merusak rumah, tetapi juga menyisakan luka di benak para korban yang selamat. Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Arifah Fauzi, langsung meninjau lokasi untuk melihat kondisi para pengungsi.
Dari pantauannya, banyak di antara mereka adalah ibu-ibu yang masih terguncang. Rasanya, trauma akibat bencana itu masih sangat terasa. Beberapa dari mereka bahkan sedang dalam masa kehamilan.
"Yang sedang mengandung atau hamil. Kemudian kalau tadi kita diskusi, berbicara dengan ibu-ibu yang ada di situ terlihat sekali bahwa mereka mengalami trauma yang sangat berpengaruh," ujar Arifah.
Menghadapi situasi itu, ia memastikan kementeriannya tak akan tinggal diam. Bantuan dan pendampingan psikologis akan segera diupayakan agar kondisi mental para ibu bisa berangsur membaik.
"Kalau dilihat dari cara berbicaranya maka kami tentunya akan berkoordinasi dengan berbagai pihak bagaimana layanan dukungan psikososial, trauma healing ini bisa kita lakukan bersama-sama untuk memberikan penguatan kembali," kata dia menambahkan.
Di sisi lain, data dari BPBD Jawa Barat cukup mencengangkan. Sebanyak 30 unit rumah terdampak, dengan satu di antaranya rusak parah. Lebih menyedihkan lagi, bencana ini telah menewaskan 11 orang.
Pencarian terhadap puluhan warga yang masih dinyatakan hilang jumlahnya mencapai 83 orang terus digenjot oleh petugas gabungan. Upaya itu dilakukan tanpa henti, meski tantangan di lapangan tak mudah.
Sementara itu, proses evakuasi telah memindahkan sekitar 400 warga ke tempat-tempat pengungsian yang lebih aman. Menurut Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Jabar, Bambang Imanudin, pihaknya telah bergerak cepat membangun titik-titik evakuasi segera setelah kejadian.
Suasana di lokasi masih terasa mencekam. Nuansa duka dan harapan yang tipis berbaur, sementara upaya penyelamatan dan pemulihan terus berjalan.
Artikel Terkait
KPK Sita Rp200 Juta dan Mobil Mewah dalam Kasus Suap Audit BPK yang Seret Bupati Muara Enim
DPR Desak Kementerian Koperasi Rumuskan Indikator Keberhasilan Program Koperasi Desa Merah Putih
Enam Tahanan Kejari Pekanbaru Kabur dari Mobil Dinas, Tiga Masih Buron
Golkar Bantah Wacana Bahlil Maju Pilpres 2029, Tegaskan Fokus pada Konsolidasi Partai