Penanaman Kedelai Serentak 210 Hektare di Indramayu Digelar untuk Wujudkan Swasembada Nasional 2026

- Kamis, 11 Juni 2026 | 20:45 WIB
Penanaman Kedelai Serentak 210 Hektare di Indramayu Digelar untuk Wujudkan Swasembada Nasional 2026

Penanaman kedelai serentak di atas lahan seluas 210 hektare resmi digelar di Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, sebagai langkah awal mewujudkan target swasembada kedelai nasional pada 2026. Kegiatan yang berlangsung di lahan Hak Guna Usaha (HGU) milik PT PG Rajawali II, Desa Sukamulya, Kecamatan Tukdana, pada Rabu pagi, 10 Juni 2026, ini digagas oleh Koperasi Bareng-Bareng Sugih bersama PT Karya Unggulan Anak Bangsa.

Rangkaian acara diawali dengan penyerahan bantuan sosial secara simbolis kepada warga kurang mampu, dilanjutkan dengan pemberian benih kedelai kepada petani, peninjauan display dan lahan percobaan, hingga penanaman perdana secara simbolis. Sejumlah pejabat negara turut hadir, di antaranya Utusan Khusus Presiden di bidang Energi dan Iklim, Hashim Djojohadikusumo, serta Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi.

Dalam sambutannya, Hashim Djojohadikusumo menegaskan bahwa penguatan sektor pertanian menjadi kunci utama dalam mewujudkan kemandirian pangan nasional. Menurutnya, tanpa produksi dalam negeri yang kuat, ketergantungan terhadap pasokan luar negeri akan terus berlangsung. Sementara itu, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menyatakan kesiapan wilayahnya untuk menjadi motor penggerak utama dalam percepatan swasembada pangan di Indonesia.

Pembina Koperasi Bareng-Bareng Sugih, Mulyadi, mengungkapkan bahwa program ini lahir dari keresahan para pengusaha kedelai nasional yang selama ini kesulitan mendapatkan pasokan lokal. Akibatnya, mereka terpaksa bergantung pada impor untuk memenuhi kebutuhan produksi. Padahal, menurutnya, Indonesia memiliki keunggulan kompetitif yang besar dari sisi kesuburan tanah.

“Tanah kita ini lebih subur dari negara (pengekspor) itu,” ungkap Mulyadi dalam keterangan yang dikutip pada Kamis, 11 Juni 2026.

Program penanaman ini diharapkan mampu membuktikan bahwa melalui kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, dan koperasi, Indonesia dapat memproduksi kedelai berkualitas secara mandiri. Langkah ini dinilai sebagai wujud nyata dalam memperkuat ketahanan pangan sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani di tingkat akar rumput.

Editor: Redaksi MuriaNetwork

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar