Pengamanan kewilayahan 40 orang, dan bantuan eksternal dari TNI-Polri 68 orang. Total ada 505 personil keamanan yang dilibatkan.
Selama masa Angkutan Nataru, personel keamanan tersebut akan melakukan pengamanan di dalam KA, stasiun.
Juga bergerak secara mobile alias menggelar patroli di jalur KA dan obyek-obyek penting lainnya, seperti dipo lokomotif dan kereta serta di sepanjang jalur KA.
Untuk operasional, BUMN jalan baja ini sudah menyiapkan Petugas Penilik Jalan (PPJ) ekstra 60 orang, Penjaga Jalan Lintas (PJL) ekstra 36 orang, dan petugas posko daerah khusus ekstra 32 orang.
Petugas dan perlengkapan tersebut disiagakan untuk mengamankan perjalanan KA di sepanjang lintas KA untuk memantau terjadinya kondisi yang dapat menghambat perjalanan KA.
Artikel ini telah lebih dulu tayang di: suaramerdeka.com
Artikel Terkait
Bank Dunia: Ekspor Komoditas dan Subsidi BBM Jadi Bantalan Ekonomi Indonesia
Anggota DPR Desak Polri Tindak Tegas Premanisme Usai Kasus Pengeroyokan di Purwakarta
Tabrakan Beruntun di Jalur Purworejo-Magelang Tewaskan Satu Orang
Presiden Prabowo Buka Munas IPSI, Dukung Pencak Silat Menuju Olimpiade