Kawasan wisata Guci di Kabupaten Tegal, Jawa Tengah, kembali porak-poranda. Sabtu (24/1) lalu, banjir bandang datang lagi, menghantam infrastruktur dan memutus akses utama menuju objek-objek wisata di sana. Kerusakannya disebut-sebut jauh lebih parah.
Plh Bupati Tegal, Ahmad Kholid, langsung turun ke lokasi untuk melihat sendiri dampaknya. Menurut penilaiannya, situasi kali ini jauh lebih mengkhawatirkan dibandingkan banjir bandang yang terjadi di penghujung Desember 2025.
“Dampaknya lebih besar. Kali ini bukan hanya merusak fasilitas, tetapi juga memutus akses utama di kawasan wisata,”
kata Kholid.
Derasnya air, menurutnya, tak hanya menyapu fasilitas. Tiga jembatan vital putus total, yaitu Jembatan Pancuran 13, Pancuran 5, dan satu lagi di kawasan Curug Jedor. Akibatnya, akses antar kawasan wisata dan permukiman warga terpaksa terputus. Mobilitas jadi kacau balau.
Tak cuma jembatan yang jadi korban. Beberapa fasilitas pemandian air panas ikut hancur. Pancuran 5 dan Pancuran 13, misalnya, nyaris rata dengan tanah diterjang arus yang ganas.
Untuk mengatasi kekacauan ini, Pemkab Tegal punya rencana darurat. Mereka akan segera membangun jembatan darurat. Tujuannya sederhana: agar jalan bisa dibuka kembali dan aktivitas warga tidak mandek terlalu lama.
“Untuk sementara kami akan membangun jembatan darurat supaya mobilitas warga tidak terhambat terlalu lama,”
Artikel Terkait
Ayah di Magelang Perkosa Anak Kandung Selama Empat Tahun, Dalih Kerasukan Jadi Modus
Polisi Gagalkan Peredaran Sabu dan Ribuan Ekstasi di Jakarta-Bekasi
Jenazah Capt Andy Tiba di Tigaraksa, Keluarga Siap Beri Penghormatan Terakhir
DPR Dapat Awasi Hakim dan Jaksa, Lalu Siapa yang Mengawasi DPR?