Hujan deras yang mengguyur sejak malam, akhirnya berujung pada bencana. Dini hari Sabtu (24/1) lalu, lereng Gunung Burangrang di Cisarua, Bandung Barat, tiba-tiba bergerak. Tanah longsor itu menyapu permukiman warga, meninggalkan kerusakan yang masif dan kepiluan yang mendalam.
Hingga sore harinya, upaya pencarian korban terpaksa dihentikan sementara. Alasannya sederhana namun mengerikan: kondisi tanah di lokasi masih sangat berbahaya. Tim di lapangan khawatir, longsor susulan bisa terjadi kapan saja.
Kapolda Jawa Barat, Irjen Rudy Setiawan, yang berada di lokasi, menjelaskan situasi yang dihadapi tim gabungan. Hasil asesmen terbaru menunjukkan tanah yang labil dan penuh lumpur air.
Itulah kendala utamanya. “Itu jadi kendala kita, ya,” ujarnya singkat, menggambarkan betapa sulitnya operasi penyelamatan di tengah kondisi yang tak menentu.
Artikel Terkait
Bima Arya Tinjau Longsor Cisarua, Janjikan Hunian Sementara untuk Korban
Tim SAR Siap Lanjutkan Pencarian di Gunung Burangrang, Modifikasi Cuaca Digelar
Meninggal di Usia 26, Lula Lahfah Jadi Korban Silent Killer Henti Jantung
Tito Karnavian Buka Huntara di Agam, Desak Data Korban Segera Diselesaikan