Tanah Longsor Bandung Barat: 10 Tewas, 82 Orang Masih Dicari

- Sabtu, 24 Januari 2026 | 19:12 WIB
Tanah Longsor Bandung Barat: 10 Tewas, 82 Orang Masih Dicari

Dini hari yang gelap itu berubah menjadi mimpi buruk bagi warga Desa Pasirlangu. Tanah longsor tiba-tiba menerjang, tepatnya di Kampung Babakan Cibudah, Cisarua, Kabupaten Bandung Barat. Peristiwa mengerikan itu terjadi pada Sabtu (24/1), didorong oleh hujan deras yang mengguyur kawasan tersebut tanpa henti.

Korban jiwa berjatuhan. Menurut data terbaru dari BPBD Jawa Barat, setidaknya 10 orang meninggal dunia dalam tragedi ini. Rinciannya, delapan korban berasal dari Kampung Pasirkuning dan Pasirkuda di Desa Pasirlangu. Dua korban lainnya ditemukan di kampung berbeda, yaitu Sukadami, Desa Sukajaya, Kecamatan Lembang.

Namun begitu, kepiluan belum berakhir. Pencarian masih terus digalakkan untuk 82 orang lainnya yang hingga saat ini dinyatakan hilang. Tim SAR gabungan berjibaku di lokasi, meski cuaca ekstrem kerap menghambat upaya mereka.

Dari sisi kepolisian, proses identifikasi korban tengah berjalan dengan hati-hati. Kabid Humas Polda Jabar, Kombes Hendra Rochmawan, memberikan penjelasan terkininya.

"Saat ini ada 10 kantong jenazah di pos DVI yang sedang diproses," ujarnya.

Dari jumlah itu, enam di antaranya sudah berhasil diidentifikasi. Satu kantong berisi bagian tubuh, sementara tiga sisanya masih dalam tahap pemeriksaan mendalam. Prosesnya memang tidak mudah.

Hendra menjelaskan, tim DVI Polda Jabar bekerja sama dengan tim SAR gabungan berusaha maksimal meski dihadapkan pada keterbatasan akibat cuaca. Mereka membandingkan data ante-mortem dan post-mortem untuk memastikan setiap identitas.

"Untuk bagian tubuh seperti tangan, kami punya pembanding sidik jari sehingga lebih cepat teridentifikasi. Sedangkan bagian lain, misalnya kaki, masih dalam proses yang sama," tambahnya.

Suasana di lokasi terasa berat. Di balik data dan angka, ada duka yang mendalam bagi keluarga yang menunggu kabar. Laporan dari Antara pun menggambarkan betapa bencana ini telah menyisakan luka yang dalam bagi masyarakat setempat.

Editor: Novita Rachma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar