Angin Kencang di Yogyakarta Tewaskan Dua Warga, Puluhan Titik Rusak

- Sabtu, 24 Januari 2026 | 18:48 WIB
Angin Kencang di Yogyakarta Tewaskan Dua Warga, Puluhan Titik Rusak

Angin kencang yang menyapu Yogyakarta sejak dini hari Sabtu (24/1) lalu, ternyata membawa duka yang mendalam. Dua orang pengendara sepeda motor tewas setelah tertimpa pohon randu yang tumbang di selatan GOR Nusantara UGM. Kejadian nahas itu terjadi sekitar pukul 10.30 WIB.

Kedua korban yang sedang boncengan itu langsung dilarikan ke RS Bhayangkara, namun nyawa mereka tak tertolong.

“Pohon tumbang akibat angin kencang menimpa pengendara motor 2 orang (boncengan) kondisi meninggal dunia semua dan sudah dibawa ke RS Bhayangkara,”

Demikian penjelasan Julianto Wibowo, Manajer Pusdalops-PB DIY, ketika dihubungi media.

Bencana ini tak hanya berhenti di situ. Menurut catatan Pusdalops, angin yang ganas itu membuat sejumlah wilayah DIY berantakan. Di Sleman saja, ada 28 titik kejadian yang tersebar dari Cangkringan hingga Depok. Bayangkan, puluhan pohon tumbang, akses jalan macet, listrik padam, dan sejumlah rumah rusak. Satu kendaraan juga ikut menjadi korban.

Kota Yogyakarta sendiri tak luput dari amukan alam. Setidaknya tujuh titik di beberapa kemantren seperti Mergangsan dan Kotagede mengalami kerusakan. Enam pohon tumbang, sebuah tempat usaha terdampak, dan satu tower rusak. Kabar yang agak meredakan datang dari Bantul, di mana hanya satu pohon tumbang di Banguntapan tanpa ada laporan korban jiwa.

Lantas, apa penyebabnya? Ternyata, angin kencang ini dipicu oleh dinamika atmosfer yang tak biasa. Fenomena ini dipengaruhi oleh keberadaan siklon tropis di luar wilayah Indonesia.

“Hal ini diakibatkan pengaruh tidak langsung dari Siklon Tropis “Luana” di Sekitar Pantai Barat Laut Australia, sehingga dataran yang bertopografi yang cukup tinggi berpotensi terdampak oleh angin kencang tersebut,”

Kepala Stasiun Meteorologi Yogyakarta, Warjono, memaparkan bahwa cuaca ekstrem ini berpotensi bertahan hingga tiga hari ke depan. Situasi yang patut diwaspadai.

Editor: Melati Kusuma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar