Setelah pencarian yang melelahkan selama seminggu penuh, akhirnya seluruh korban pesawat ATR 42-500 berhasil dievakuasi. Pesawat yang hilang kontak di kawasan pegunungan Bulusaraung, Pangkep, Sulawesi Selatan itu, kini telah menyelesaikan proses identifikasi untuk kesepuluh penumpang dan krunya.
Penerbangan dari Jogja menuju Makassar pada Sabtu, 17 Januari itu, seharusnya mendarat mulus di Bandara Sultan Hasanuddin. Namun, pesawat justru menghilang di wilayah Kabupaten Maros. Laporan hilang kontak itu menjadi awal dari operasi besar-besaran yang melibatkan banyak pihak.
Proses evakuasi berlangsung bertahap. Korban terakhir, tujuh orang, baru berhasil diidentifikasi dan diserahkan kepada keluarga mereka pada Sabtu, 24 Januari. Dalam sebuah upacara yang penuh khidmat, peti jenazah ketujuh korban itu diserahterimakan secara bersamaan di hadapan keluarga yang telah menunggu dengan perasaan campur aduk.
Sebelum penyerahan, suasana hening menyelimuti lokasi. Kapolda Sulsel, Irjen Pol Djuhandhani, bersama perwakilan Basarnas, KKP, dan maskapai, memimpin salat jenazah untuk mendoakan mereka yang telah pergi. Di antara kerumunan, tangis seorang keluarga memberatkan udara, mengingatkan semua yang hadir akan duka yang begitu nyata.
Jenazah kemudian diserahkan satu per satu. Dalam momen yang mengharukan itu, Kapolda Sulsel menyampaikan ucapan belasungkawa yang mendalam.
"Saya Kapolda Sulsel berbelasungkawa atas kepergian para korban pesawat ATR 42-500," ujarnya.
Ia juga meminta keluarga yang ditinggalkan agar diberi kekuatan dan kesabaran.
Usai prosesi, enam jenazah langsung dibawa menggunakan ambulans menuju Bandara Sultan Hasanuddin untuk dipulangkan ke kota asal. Satu jenazah lainnya, Farhan Gunawan, tidak dibawa ke bandara. Jenazah kopilot berusia 26 tahun itu dibawa ke rumah duka di Jalan Urip Sumohardjo, Makassar, untuk disemayamkan terlebih dahulu.
Berikut adalah identitas ketujuh korban yang diserahkan pada hari Sabtu tersebut:
Artikel Terkait
Lula Kecam Ambisi Trump: Ingin Kuasai PBB Baru Sendiri?
Reformasi yang Gagal: Akar Masalahnya Bukan di Sistem, Tapi di Akhlak
Ilmuwan Harvard Klaim Temukan Alamat Tuhan di Ujung Jagat Raya
Irjen Johnny Eddizon Isir, Mantan Ajudan Jokowi, Kini Pimpin Divisi Humas Polri