Dalam kunjungannya, Tito tak lupa menyampaikan apresiasi. Ia menyebut nama Gubernur Sumut, Bobby Afif Nasution, dan Bupati Tapteng, Masinton Pasaribu, yang dinilainya telah mempercepat kerja-kerja pemulihan. Dukungan dari Kementerian PU, BPI Danantara, hingga jajaran TNI-Polri juga ia acungi jempol.
“Saya salut sama ide ini. Air jadi lancar, aliran sungai normal, sedimennya malah jadi berguna untuk tanggul,” ungkapnya.
Namun begitu, fokus pemulihan bukan cuma pada infrastruktur fisik. Tito juga menyinggung soal nasib pendidikan di daerah terdampak. Beberapa sekolah di Tapteng masih dalam proses perbaikan. Untuk sementara, aktivitas belajar-mengajar dialihkan ke tenda darurat yang disediakan Kemendikdasmen.
Ia bertekad mendorong proses ini agar berjalan lebih cepat. Tujuannya jelas: agar siswa dan guru bisa kembali ke ruang kelas yang normal.
“Semua bergerak. TNI, murid-murid, sampai relawan semua gotong royong. Terima kasih banyak untuk para relawan. Mari kita bersama normalkan sekolah-sekolah ini secepat mungkin,” tandas Tito menutup pernyataannya.
Kunjungan kerja itu juga dihadiri langsung oleh Gubernur Sumut dan Bupati Tapteng, menunjukkan keseriusan pemulihan pascabencana di wilayah tersebut.
Artikel Terkait
Idul Fitri 2026 Berpotensi Dua Tanggal, Libur Nasional Sudah Ditetapkan
Mahfud MD Bantah Pernyataan Palsu Soal Kasus Yaqut yang Disebar Media
Pasar Murah Makassar Buka Tiga Hari, Stabilkan Harga Jelang Lebaran
Pemerintah Pacu Reformasi Birokrasi dengan Sistem Merit dan Manajemen Talenta ASN