Dalam kunjungannya, Tito tak lupa menyampaikan apresiasi. Ia menyebut nama Gubernur Sumut, Bobby Afif Nasution, dan Bupati Tapteng, Masinton Pasaribu, yang dinilainya telah mempercepat kerja-kerja pemulihan. Dukungan dari Kementerian PU, BPI Danantara, hingga jajaran TNI-Polri juga ia acungi jempol.
“Saya salut sama ide ini. Air jadi lancar, aliran sungai normal, sedimennya malah jadi berguna untuk tanggul,” ungkapnya.
Namun begitu, fokus pemulihan bukan cuma pada infrastruktur fisik. Tito juga menyinggung soal nasib pendidikan di daerah terdampak. Beberapa sekolah di Tapteng masih dalam proses perbaikan. Untuk sementara, aktivitas belajar-mengajar dialihkan ke tenda darurat yang disediakan Kemendikdasmen.
Ia bertekad mendorong proses ini agar berjalan lebih cepat. Tujuannya jelas: agar siswa dan guru bisa kembali ke ruang kelas yang normal.
“Semua bergerak. TNI, murid-murid, sampai relawan semua gotong royong. Terima kasih banyak untuk para relawan. Mari kita bersama normalkan sekolah-sekolah ini secepat mungkin,” tandas Tito menutup pernyataannya.
Kunjungan kerja itu juga dihadiri langsung oleh Gubernur Sumut dan Bupati Tapteng, menunjukkan keseriusan pemulihan pascabencana di wilayah tersebut.
Artikel Terkait
Longsor di Cisarua Tewaskan 10 Jiwa, 82 Warga Masih Dicari
Affinity: Cinta dan Rahasia Genetika yang Terungkap di Tahun 2051
Tanah Longsor Bandung Barat: 10 Tewas, 82 Orang Masih Dicari
Retret Kepemimpinan Tak Cukup, Dua Kepala Daerah Tetap Terjaring OTT KPK