Sabtu lalu (24/1), suasana di Kelurahan Hutanabolon, Tapanuli Tengah, masih menyisakan bekas-bekas bencana. Di tengah pemandangan itu, Muhammad Tito Karnavian, sang Kasatgas Percepatan Rehabilitasi Pascabencana Sumatera, turun langsung meninjau lokasi. Ia melihat sendiri progres pemulihan yang sedang berjalan.
Yang menarik perhatian Tito adalah jembatan sementara yang sudah bisa difungsikan. Tak hanya itu, deru alat berat yang bekerja membersihkan sungai dari sedimentasi juga menjadi pemandangan yang cukup menggembirakan. Menurutnya, upaya normalisasi ini berjalan dengan baik.
“Sungai yang tadinya penuh sedimen, airnya mandek, sekarang sudah dibersihkan,” ujar Tito kepada para awak media yang meliput.
Ia menjelaskan, material sedimen yang dikeruk itu justru dimanfaatkan menjadi tanggul sementara. Sebuah langkah cerdas yang menurutnya bisa jadi contoh.
“Jadi kalau nanti ada banjir lagi, setidaknya sudah ada pertahanannya. Daripada sedimennya didiamkan saja, mending dijadikan manfaat,” tambahnya.
Ia pun berharap model penanganan seperti ini tak cuma diterapkan di Sumut. Daerah lain yang terdampak, seperti Aceh dan Sumatera Barat, bisa meniru langkah serupa. “Ini mungkin yang akan kita kerjakan di tempat lain juga,” imbuh Tito.
Artikel Terkait
Longsor di Cisarua Tewaskan 10 Jiwa, 82 Warga Masih Dicari
Affinity: Cinta dan Rahasia Genetika yang Terungkap di Tahun 2051
Tanah Longsor Bandung Barat: 10 Tewas, 82 Orang Masih Dicari
Retret Kepemimpinan Tak Cukup, Dua Kepala Daerah Tetap Terjaring OTT KPK