“Perkiraan di atas itu ada 40 rumah yang warganya belum sempat terevakuasi,” lanjut Haryono, menggambarkan keparahan situasi. “Jalur sudah tertutup lumpur semua.”
Ya, akses jalan utama menuju lokasi bencana benar-benar lenyap. Tertutup total oleh material longsoran tanah, batu, dan lumpur yang menggunung. Hal ini menyulitkan sekali upaya tim gabungan dari polisi, TNI, BPBD, dan relawan. Alat berat pun kesulitan mendekat.
Di sisi lain, hujan yang tak kunjung reda membuat upaya penyelamatan belum bisa maksimal. Petugas terus berjibaku di tengah guyuran air dan tanah yang labil. Mereka juga mengimbau warga untuk menjauh dari zona bahaya. Potensi longsor susulan dinilai masih sangat tinggi selama hujan belum berhenti dan tanah masih jenuh air.
Suasana di Pasir Langu pagi itu pasti mencekam. Harapan untuk menemukan korban selamat masih ada, tapi waktu terus berlari sementara medan dan cuaca tak bersahabat.
Artikel Terkait
Angkot Tua Bogor Harus Musnah, Wali Kota Tak Beri Kompromi
Angin Kencang di Sleman Tumbangkan Pohon, Kakek dan Cucu Tewas Tertimpa
Malaysia Tahan Dukungan untuk Dewan Perdamaian Gaza, Tuntut Jaminan Nyata
Dua Pekerja Tewas Tertimbun Longsor di Proyek Jalan Ungasan