“Bantuannya macam-macam. Ada beras, minyak, mi instan, sampai kasur lipat dan selimut,” jelas Pram. “Lalu ada juga family kit dan kids wear. PMI DKI Jakarta turut menyumbang minyak penghangat tubuh, karena itu yang sangat dibutuhkan di sini saat ini.”
Namun begitu, bantuan materi bukan satu-satunya hal yang diharapkan warga. Mereka punya permintaan lain yang lebih mendesak: agar air yang masih menggenang segera dikurangi.
Pram mengakui hal itu. Meski air mulai berangsur surut, keluhan warga langsung ditindaklanjuti. Ia segera memberi perintah tegas kepada Kepala Dinas SDA, Ika Agustin Ningrum, yang saat itu berada di sampingnya.
“Saya sudah minta untuk menambah pompa air di lokasi. Alhamdulillah, sekarang sudah ada tambahan sekitar empat unit. Jadi totalnya sudah tujuh pompa yang beroperasi di sini,” pungkasnya.
Kunjungan itu mungkin hanya sebentar. Tapi setidaknya, bagi warga Rawa Buaya yang terdampak, kehadiran pemimpin langsung ke lokasi memberi sedikit kepastian bahwa suara mereka didengar.
Artikel Terkait
Angkot Tua Bogor Harus Musnah, Wali Kota Tak Beri Kompromi
Angin Kencang di Sleman Tumbangkan Pohon, Kakek dan Cucu Tewas Tertimpa
Malaysia Tahan Dukungan untuk Dewan Perdamaian Gaza, Tuntut Jaminan Nyata
Dua Pekerja Tewas Tertimbun Longsor di Proyek Jalan Ungasan