“Bantuannya macam-macam. Ada beras, minyak, mi instan, sampai kasur lipat dan selimut,” jelas Pram. “Lalu ada juga family kit dan kids wear. PMI DKI Jakarta turut menyumbang minyak penghangat tubuh, karena itu yang sangat dibutuhkan di sini saat ini.”
Namun begitu, bantuan materi bukan satu-satunya hal yang diharapkan warga. Mereka punya permintaan lain yang lebih mendesak: agar air yang masih menggenang segera dikurangi.
Pram mengakui hal itu. Meski air mulai berangsur surut, keluhan warga langsung ditindaklanjuti. Ia segera memberi perintah tegas kepada Kepala Dinas SDA, Ika Agustin Ningrum, yang saat itu berada di sampingnya.
“Saya sudah minta untuk menambah pompa air di lokasi. Alhamdulillah, sekarang sudah ada tambahan sekitar empat unit. Jadi totalnya sudah tujuh pompa yang beroperasi di sini,” pungkasnya.
Kunjungan itu mungkin hanya sebentar. Tapi setidaknya, bagi warga Rawa Buaya yang terdampak, kehadiran pemimpin langsung ke lokasi memberi sedikit kepastian bahwa suara mereka didengar.
Artikel Terkait
Rebung, Superfood Lokal Kaya Serat dan Antioksidan untuk Kesehatan Jantung
Media Iran Sebut Netanyahu Tewas atau Luka, Israel Bungkam
Idul Fitri 2026 Berpotensi Dua Tanggal, Libur Nasional Sudah Ditetapkan
Mahfud MD Bantah Pernyataan Palsu Soal Kasus Yaqut yang Disebar Media