Canva kan cuma satu dari sekian banyak aplikasi. Ia punya fitur dan jejak digital yang spesifik, beda dengan Adobe Photoshop, Microsoft Word, atau aplikasi edit bawaan ponsel. Nah, kata "atau aplikasi lainnya" dianggap terlalu luas dan tak terbatas. Bisa mencakup ribuan software yang fungsinya beragam.
Padahal, dalam perkara teknologi informasi, detail teknis semacam ini adalah substansi. Jenis aplikasi yang digunakan akan mempengaruhi pemeriksaan digital forensik, metadata, keahlian saksi yang dibutuhkan, bahkan strategi pembelaan terdakwa. Ketidakjelasan ini dianggap melanggar hak atas kepastian hukum.
"Menimbang bahwa Pasal 28D ayat (1) UUD 1945 menjamin setiap orang berhak atas pengakuan, jaminan, perlindungan, dan kepastian hukum yang adil,"
Begitu bunyi pertimbangan hakim. Mereka juga mengutip Pasal 50 KUHAP tentang hak terdakwa untuk memberikan keterangan secara bebas hak yang mustahil dilakukan efektif jika dasar dakwaannya saja kabur.
Artikel Terkait
Jakarta Tenggelam: 85 RT dan 15 Ruas Jalan Terendam, Air di Pejaten Timur Tembus 2 Meter
Waspada, Jabar Siaga Hadapi Hujan Lebat dan Angin Kencang Sepekan ke Depan
Hujan Deras Picu Status Siaga di Sejumlah Pintu Air Jabodetabek
Gedung Pemerintah Aceh Tamiang Bangkit, Berkat Tenaga Praja IPDN