Hujan Deras di Jakarta, Kaus Kaki Tiba-tiba Jadi Buruan

- Jumat, 23 Januari 2026 | 18:54 WIB
Hujan Deras di Jakarta, Kaus Kaki Tiba-tiba Jadi Buruan

Hujan deras mengguyur Jakarta belakangan ini. Bukan cuma jas hujan yang laris, tapi ada barang lain yang permintaannya ikut naik: kaus kaki. Bagi warga ibu kota yang tetap harus beraktivitas dengan sepatu, punya cadangan kaus kaki kering jadi kebutuhan mendesak, apalagi kalau jalanan kebanjiran.

Fenomena ini diamini oleh Rizal, seorang pedagang berusia 26 tahun di Pasar Asemka, Jakarta Utara. Di kiosnya yang mengandalkan kaus kaki sebagai produk andalan, ia merasakan lonjakan permintaan. Pelanggannya kebanyakan orang-orang yang kaus kakinya sudah basah kuyup oleh hujan atau genangan air.

"Untuk kebutuhan karena dia basah mungkin kaus kakinya, jadi dia beli,"

kata Rizal, ditemui di tempat usahanya pada Jumat (23/1) lalu.

Menurutnya, cuaca ekstrem sangat memengaruhi penjualan. Kondisi yang tak menentu membuat orang berpikir ulang. Daripada harus beraktivitas seharian dengan kaki lembap dan tidak nyaman, mending beli pasangan kaus kaki baru sebagai cadangan.

"Mungkin yang kaus kakinya kehujanan, dia bisa beli lagi tuh. Paling dari situ aja sih kalau lagi suasana kayak gini. Fasenya (hujan),"

jelasnya lagi.

Meski begitu, dagangan Rizal sebenarnya cukup beragam. Di kiosnya, Anda juga bisa menemukan masker, perlengkapan olahraga, sampai aneka pakaian. Tapi di musim hujan seperti sekarang, kaus kaki lah yang jadi primadona.

Di sisi lain, ada ironi yang ia rasakan. Meski penjualan kaus kaki meningkat, omzet secara keseluruhan justru merosot. Penyebabnya sederhana: hujan yang tak henti-henti membuat jumlah pengunjung pasar menyusut drastis.

"Yang pasti omzet menurun sih ya,"

keluhnya.

"Karena kan orang akses ke mana-mana terbatas. Yang tadinya mungkin bisa lewat rumahnya, jadi gak bisa lewat kan. Jadi yang tadinya mau ke pasar jadi enggak jadi."

Jadi, meski ada satu produk yang laris, dampak hujan terhadap daya beli dan mobilitas warga ternyata jauh lebih besar. Pedagang seperti Rizal pun harus menerima kenyataan itu.

Editor: Erwin Pratama

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar