Genangan di Daan Mogot Surut, Lalu Lintas Masih Tersendat

- Jumat, 23 Januari 2026 | 12:06 WIB
Genangan di Daan Mogot Surut, Lalu Lintas Masih Tersendat
Banjir Daan Mogot Mulai Surut, Lalu Lintas Tetap Terganggu

Siang itu, Jalan Daan Mogot Raya masih terendam. Arah Grogol menuju Cengkareng di Jakarta Barat, Jumat (23/1), belum sepenuhnya pulih dari genangan air yang datang semalam.

Namun begitu, situasinya sudah lebih baik. Pantauan di lokasi sekitar pukul 11.30 WIB menunjukkan air perlahan mulai mengalir pergi. Kalau semalam genangan sempat mencapai satu meter, kini tinggal sekitar 50-60 sentimeter. Lumayan surut, meski belum kering total.

Aktivitas lalu lintas tetap saja kacau. Banjir yang tersisa itu masih bikin macet dan menghambat pergerakan. Banyak pengendara memilih putar haluan, mencari jalan lain yang lebih aman. Beberapa mobil nekat menerobos, dengan hati-hati mencari ruas jalan yang sedikit lebih tinggi agar mesinnya tidak kemasukan air.

Kondisi serupa terlihat di sepanjang ruas jalan itu, termasuk di sekitar nomor 119. Kawasan itu sepi dari pengendara motor. Hanya kendaraan roda empat yang berani mencoba, itupun jumlahnya bisa dihitung jari.

Di tengah situasi itu, Suli (30) tetap menjaga warungnya. Warga sekaligus pedagang ini mengaku banjir sudah datang sejak Kamis malam.

“Kurang lebih sudah dari semalam, dari Magrib. Itu sempat surut jam satu malam, tapi hampir mau subuh, sekitar jam setengah tiga, datang lagi,” cerita Uli.

Menurutnya, kondisi siang itu memang sudah membaik dibanding pagi hari.

“Sudah berangsur surut,” ujarnya singkat.

Tapi jangan salah, paginya jauh lebih parah. Uli menunjukkan ketinggian air dengan tangannya.

“Kalau di warung saya cuma di bawah mata kaki, tapi yang paginya itu yang lebih gede. Di sana sudah segini (menunjukkan ketinggian air setinggi pinggang orang dewasa),” katanya.

Banjir ini jelas bikin rugi. Meski sudah berusaha mengangkat barang-barang dagangannya, tetap saja ada yang rusak dan tidak bisa diselamatkan.

“Ada, banyak barang-barang yang rusak. Ya nggak terlalu banyak, lumayan. Karena sebagian sudah saya angkatin, saya antisipasi dulu,” tuturnya dengan nada kesal bercampur pasrah.

Harapannya sederhana: agar kejadian seperti ini tidak terulang. Ia berharap ada penanganan yang lebih serius untuk masalah banjir di kawasan itu.

“Harapannya supaya ke depannya lebih diantisipasi lagi, lebih baik, supaya tidak terjadi hal seperti ini lagi,” pungkas Uli, sambil memandangi genangan di depan warungnya yang perlahan menyusut.

Editor: Hendra Wijaya

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar

Terpopuler