Paket Bangkai Ayam dan Ancaman untuk Aktivis Anti-Korupsi Uchok Sky Khadafi

- Jumat, 23 Januari 2026 | 11:50 WIB
Paket Bangkai Ayam dan Ancaman untuk Aktivis Anti-Korupsi Uchok Sky Khadafi

Paket Misterius Berisi Ancaman untuk Aktivis Uchok Sky Khadafi

Uchok Sky Khadafi, Direktur Eksekutif Center for Budget Analysis (CBA), baru-baru ini merasakan teror yang nyata. Kamis sore itu, tepat usai waktu Magrib, sebuah paket tak biasa ditemukan di depan rumahnya di Babelan, Bekasi. Isinya? Bangkai ayam.

Itu bukan kiriman biasa. Di dalam paket, terselip secarik kertas dengan tulisan ancaman yang dingin. Bunyinya, “Uchok hati-hati dalam menulis dan berkomentar di media jika ingin keluarga selamat.”

“Paket ini saya terima habis Magrib,” ujar Uchok kepada para wartawan.

Ia melanjutkan, “Isinya bangkai ayam dan ada pesan ancaman yang jelas-jelas ditujukan kepada saya dan keluarga.”

Bagi Uchok, kejadian ini bukan sekadar lelucon atau gangguan biasa. Ia menduga kuat ini ada kaitannya dengan pekerjaannya selama ini. Sebagai aktivis, ia kerap bersuara lantang mengkritisi anggaran di berbagai instansi, mulai dari lembaga pemerintah, BUMN, hingga BUMD. Kritiknya kerap menyoroti dugaan korupsi.

Di sisi lain, teror seperti ini jelas menimbulkan ketakutan. Namun begitu, Uchok justru melihatnya sebagai bentuk intimidasi yang lebih luas. Menurutnya, ini adalah upaya sistematis untuk membungkam kebebasan berekspresi dan meredam suara kritis dari masyarakat sipil yang mengawasi uang rakyat.

“Saya melihat ini sebagai upaya menakut-nakuti agar saya berhenti mengungkap dugaan korupsi,” tegasnya.

Nada suaranya terdengar mantap. “Tapi saya tegaskan, teror tidak akan menghentikan perjuangan saya dalam mengawal anggaran publik.”

Insiden paket bangkai ayam itu kini telah menjadi perhatian. Meski meneguhkan tekadnya, ancaman terhadap keselamatan diri dan keluarga tentu meninggalkan suasana mencekam. Sebuah pesan kelam yang disampaikan di depan pintu rumahnya.

Editor: Lia Putri

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar