Korban Terakhir Kecelakaan Pangkep Ditemukan, Tim SAR Berkaca-kaca

- Jumat, 23 Januari 2026 | 10:30 WIB
Korban Terakhir Kecelakaan Pangkep Ditemukan, Tim SAR Berkaca-kaca

Setelah tujuh hari yang melelahkan, kabar akhirnya datang dari lereng Pegunungan Bulusaraung di Pangkep. Tim SAR gabungan berhasil menemukan korban-kesepuluh dari pesawat ATR 42-500 PK-THT yang jatuh. Operasi pencarian yang melibatkan banyak pihak ini memang telah memasuki fase kritis.

Dalam konferensi pers Jumat (23/1) lalu, Kepala Seksi Operasi Basarnas, Andi Sultan, tak bisa menyembunyikan gejolak emosinya. Dengan mata berkaca-kaca, ia mengumumkan temuan itu.

“Sekitar pukul 09.16, alhamdulillah korban ke-10 ditemukan,” ujarnya, suaranya sempat tercekat.

Rasa haru itu jelas bercampur lega. Menurutnya, pencapaian ini adalah buah kerja keras semua elemen yang turun langsung ke lapangan, di medan yang terjal dan penuh tantangan.

“Semua unsur yang terlibat, TNI-Polri, Basarnas, pemerintah, dan potensi SAR, saya ucapkan banyak terima kasih,” sambung Andi Sultan.

Namun begitu, kabar yang datang bukanlah kabar yang sepenuhnya utuh. Andi Sultan mengakui, dari sepuluh korban yang berhasil ditemukan, beberapa di antaranya hanya berupa potongan tubuh. Pekerjaan berat belum usai. Saat ini, fokus tim beralih ke proses evakuasi yang juga rumit.

“Sekarang kita mengupayakan proses evakuasi,” katanya singkat, menggambarkan tahap selanjutnya yang tak kalah pelik.

Beberapa korban yang sudah dievakuasi telah dibawa ke RS Bhayangkara Makassar. Dari sana, setidaknya dua jenazah telah berhasil diidentifikasi: Florencia, sang pramugari, dan Deden Maulana, seorang pegawai KKP. Keduanya telah diterbangkan ke Jakarta, untuk peristirahatan terakhir di tengah keluarga.

Proses di Bulusaraung masih berlanjut. Sementara di darat, duka terus menyelimuti.

Editor: Erwin Pratama

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar