Hingga Kamis malam (22/1), Jalan DI Pandjaitan di Jatinegara, Jakarta Timur, masih terendam banjir. Arus kendaraan menuju Sunter dan Kalimalang pun macet total. Situasinya benar-benar parah.
Menurut pantauan di lokasi sekitar pukul tujuh kurang seperempat, genangan airnya masih dalam. Kira-kira 15 sampai 25 sentimeter. Yang bikin susah, di bahu jalan malah lebih tinggi lagi. Jadi, tiga lajur jalan praktis tidak bisa dilewati.
Alhasil, pengendara terpaksa memadati sisi kanan jalan yang masih agak kering. Lalu lintas jadi semrawut.
Kemacetannya mengular jauh, merambat hingga ke kawasan UKI dan Stasiun LRT Cawang. Suara klakson saling sahut-sahutan di tengah lautan kendaraan yang diam tak bergerak. Suasana begitu mencekam dan penuh tekanan.
Untungnya, petugas kepolisian sudah berada di titik rawan itu. Mereka berusaha mengatur arus kendaraan, mengarahkannya untuk memakai lajur kiri yang genangannya mulai surut perlahan.
Di sisi lain, banyak pengendara yang memilih menyerah dulu. Mereka menepi, berhenti sejenak di pinggir jalan. Beberapa bahkan turun dari motor atau mobilnya, lalu duduk-duduk di trotoar atau area sekitar jembatan penyeberangan. Mereka tampak lelah, sekadar menunggu situasi agak reda sebelum melanjutkan perjalanan.
Artikel Terkait
Indonesia Siap Jadi Pusat Dialog Islam Moderat Dunia Lewat Konferensi Imam Masjid Internasional 2026
Andi Taletting Langi Resmi Pimpin IKA Ilmu Politik Unhas, Canangkan Lima Program Prioritas
Petani Papua Siap Bergabung dalam Program Cetak Sawah, Pemerintah Siapkan Anggaran Rp5 Triliun
Guru Besar Hukum UI Kritik Gaya Kepemimpinan Prabowo: Presiden Dinilai Abaikan Peran Teknokrat dan Birokrasi Kemlu