PKS punya basis pemilih ideologis yang solid dan struktur kader hingga akar rumput. Sementara Nasdem kuat dari sisi logistik dan pengalaman pemilu. Ray Rangkuti melihat koalisi sebagai pilihan yang lebih rasional.
Dalam skema ini, PGR tak harus jadi satu-satunya kendaraan. Ia bisa berfungsi sebagai alat tekanan politik untuk memperkuat posisi tawar Anies dalam koalisi.
Masa depan PGR pada akhirnya ditentukan oleh satu hal: apakah ia bisa melampaui figur Anies Baswedan. Kalau partai ini mampu membangun ideologi yang jelas, merekrut tokoh-tokoh di luar lingkaran Anies, dan lolos ke parlemen, maka ia bisa jadi kekuatan politik baru yang relevan. Tapi kalau tidak, PGR cuma akan jadi beban yang menurunkan kredibilitas Anies.
Jadi, sambil membesarkan PGR, Anies harus tetap membuka ruang koalisi dengan Nasdem, PKS, dan partai mapan lain. Dengan begitu, ia tak menggantungkan masa depan hanya pada satu kendaraan. Beberapa jalur menuju 2029 harus disiapkan.
Survei terbaru Median menempatkan Anies di posisi kedua elektabilitas capres, sekitar 19,9%. Ia terpaut sekitar 7,9% dari Prabowo Subianto yang memimpin dengan 27,8%. Posisi ketiga diduduki Dedi Mulyadi di kisaran 17,4%.
Sejarah bisa jadi pelajaran. Jangan sampai Anies mengulangi kegagalan Amien Rais di pemilu 1999 dan 2004. Ketokohan Amien saat itu sulit ditandingi. Setiap pidato atau kehadirannya bisa menarik ribuan orang. Tapi ketika ia membentuk PAN, partai nasionalis relijius, perolehan suaranya tak menggembirakan. Alhasil, Amien gagal jadi presiden dan ‘hanya’ sampai di kursi Ketua MPR.
Banyak tokoh Islam saat itu menyayangkan keputusannya. Mereka berpendapat Amien seharusnya bergabung dengan partai Islam yang punya basis militan seperti PBB, PPP, atau PKS. Tapi Amien bersikukuh, partai Islam baginya seperti baju yang sempit.
Anies memang berbeda dari Amien Rais. Jika Amien kental dengan nuansa keislamannya, Anies lebih cair. Meski keislamannya tak diragukan, Anies mampu merangkul kalangan non-Muslim, anak muda, bahkan pihak Barat. Ia dianggap agamis tapi tidak menakutkan bagi pemeluk agama lain.
Anies juga punya keunggulan dalam hal manajemen dan pengalaman organisasi yang panjang. Lalu, apakah ia akan berhasil dengan Partai Gerakan Rakyat? Kita lihat saja nanti. Wallahu azizun hakim.
Artikel Terkait
Celah di Laut Maluku: DPR Soroti Penyelundupan WNA Tiongkok Lewat Jalur Terpencil
Gus Ipul Ingatkan Pendamping PKH: Tidak Ada Murid Titipan di Sekolah Rakyat
Dubes Iran di Jakarta: Aksi Protes Dibajak, Mossad dan CIA Dituding Dalangi Kekerasan
Gugatan Rp3,89 Triliun dan Izin yang Dicabut: Akhir Kisah Toba Pulp Lestari?