tuturnya lagi.
Namun begitu, soal apa sebenarnya pemicu insiden ini, polisi masih mengumpulkan data. Penyidikan terus digenjot. Rudi menyebut ada satu hal yang jadi perhatian serius dari dalam lubang.
"Penyebab situasi di dalam yang dapat diinformasikan kepada saya, bahwa masih ada asap yang mengandung CO. Dan itu masih di ambang batas aman,"
ucap Kapolda.
Sebelumnya, sejak Minggu (18/1/2026), proses evakuasi sebenarnya sudah dimulai dengan lima korban tewas berhasil dikeluarkan. Posko orang hilang juga dibuka untuk memudahkan pencarian dan pelaporan.
Tapi prosesnya nggak mudah. Asap tebal yang menyembur dari dalam lubang sempat bikin petugas kesulitan. Mereka harus ekstra hati-hati. Sampai sekarang, asal-usul dan penyebab kemunculan asap mematikan itu masih jadi misteri yang ditelusuri polisi dan pihak terkait.
Artikel Terkait
BBPJN Targetkan Tutup Lubang Jalan Nasional Sulsel Sebelum 10 Maret Jelang Mudik
Kejati Sulsel Tahan Lima Tersangka Korupsi Bibit Nanas Rp60 Miliar
Lima Tersangka Korupsi Bibit Nanas Rp60 Miliar Ditahan Kejati Sulsel
Gempa Magnitudo 2,8 Guncang Perairan Barat Daya Lumajang