Presiden Prabowo disebut-sebut juga hadir di sana. WEF sendiri memang jadi ajang pertemuan tahunan bagi kalangan elite global untuk membicarakan isu-isu mendesak.
Tak Hanya Negara Muslim
Perlu dicatat, daftar anggotanya ternyata lebih luas. Selain delapan negara tadi, beberapa negara lain sudah lebih dulu memutuskan untuk ikut serta. Israel, Vietnam, Hungaria, Argentina, Maroko, Kazakhstan, dan Uzbekistan termasuk di dalamnya.
Kabarnya, undangan Trump dikirim ke sekitar 60 negara. Namun, responsnya beragam. China dan sebagian besar negara Uni Eropa, misalnya, terlihat belum tertarik dan cenderung mengabaikan tawaran itu.
Dua Pilihan Keanggotaan dengan "Harga" Berbeda
Soal keanggotaan, Trump menawarkan dua opsi. Opsi pertama adalah jadi anggota permanen atau pendiri. Syaratnya cukup berat: harus membayar iuran sebesar 1 miliar dolar AS, atau setara dengan Rp 16,8 triliun. Keanggotaan ini tidak ada batas waktunya.
Opsi kedua lebih ringan, yakni anggota transisi. Masa jabatannya tiga tahun, dengan fokus mengawal misi kemanusiaan dan rekonstruksi Gaza sesuai mandat resolusi PBB. Ini jelas pilihan bagi negara yang ingin terlibat tanpa mengeluarkan biaya sebesar itu.
Langkah Trump ini menuai beragam tanggapan. Banyak pengamat yang melihatnya sebagai manuver politik. Mereka menilai Dewan Perdamaian bentukannya berpotensi menjadi pesaing baru bagi Dewan Keamanan PBB. Hanya waktu yang bisa membuktikan nanti.
Artikel Terkait
Kejagung Geledah Money Changer, Telusuri Aliran Dana Kasus Limbah Sawit
Prabowonomics di Davos: Gagasan atau Gincu Ekonomi?
Hati-Hati, Sebut Babi atau Bodoh Bisa Berujung Bui di Bawah KUHP Baru
Prabowo Siap Paparkan Prabowonomics di Panggung Elite Davos 2026