ujarnya lega.
Namun begitu, dua pelajar tetap mengalami luka-luka. Huda, yang kondisinya paling parah, harus segera dilarikan ke rumah sakit. Sementara Dede mendapat luka ringan namun masih memerlukan empat jahitan di bagian kaki dan pinggang.
Mardiansyah juga menambahkan, jembatan itu sebenarnya adalah akses vital warga. "Kerap digunakan untuk aktivitas sehari-hari," jelasnya. Bagi para pelajar, jembatan itu adalah jalan alternatif yang praktis.
Sayangnya, usia dan perawatan yang minim membuat strukturnya rapuh. "Penyebab ambruknya diduga karena kondisi jembatan yang sudah rusak berat dan berkarat," tandas Mardiansyah, mengulangi kekhawatiran yang sama.
Kejadian ini menyisakan pertanyaan tentang keamanan infrastruktur di daerah tersebut. Sebuah jembatan yang sehari-hari dipakai ratusan orang, ternyata menyimpan bahaya yang nyaris tak terlihat.
Artikel Terkait
Sjafrie Sjamsoeddin Tegaskan Kesiapan Indonesia Hadapi Perang Berlarut
Kotak Kayu Mirip Pocong di Kulon Progo Ternyata Cuma Berisi Tanah
Pemerintah Cabut Izin Perkebunan Rp14,5 Triliun di Atas Tanah Milik TNI
Tiga Polisi Bengkalis Diciduk Saat Pesta Narkoba di Hotel