Tidak cuma orang dewasa yang jadi sasaran. Para pelajar pun tak luput dari incaran. Mereka diiming-imingi program magang ke luar negeri yang ternyata fiktif.
Akibat berbagai modus itu, ratusan kasus TPPO terus berhasil diungkap. Pada penanganan tahun 2025 saja, polisi mencatat 403 kasus dengan 505 tersangka. Korban berasal dari beragam latar, mulai dari PMI ilegal, pekerja seks komersial dewasa dan anak, anak buah kapal, hingga pengantin pesanan. Baik perempuan maupun laki-laki sama-sama rentan, biasanya dijerat dengan janji pekerjaan yang menggiurkan.
Untuk menekan tren ini, Polri meresmikan Direktorat PPA-PPO yang tersebar di 11 Polda dan 22 Polres. Direktorat ini diharapkan bisa beroperasi secara terpadu. Bahkan, sedang dirintis sebuah pilot project yang lebih komprehensif.
Harapannya jelas: layanan satu atap ini bisa menjadi solusi konkret, memutus mata rantai kejahatan yang telah lama menjadi momok bagi pekerja migran Indonesia.
Artikel Terkait
Karung Hijau dan Uang Rp 2,6 Miliar: Kisah Suap Jabatan di Pati
Prabowo Cabut Izin 28 Perusahaan, Sumatera Mulai Dipulihkan
Kisah Buzzer Rp 600 Juta untuk Penyelamat Harvey Moeis Terungkap di Sidang
Kotak Hitam Pesawat ATR 42-500 di Gunung Bulusaraung Akhirnya Ditemukan