“Data realisasi daya tampung menunjukkan bahwa SNBP justru memiliki porsi paling kecil dibandingkan SNBT dan jalur mandiri,” ungkapnya.
Artinya, siswa yang enggak ikut TKA atau enggak punya nilainya, tetap punya peluang lebar. Mereka bisa mencoba Seleksi Nasional Berbasis Tes (SNBT) atau jalur mandiri. Daya tampung kedua jalur itu disebutnya setara, bahkan lebih besar.
Pesan akhirnya cukup jelas. Kebijakan TKA ini, tegas Mu'ti, cuma bertujuan memperkuat kualitas seleksi jalur prestasi. Bukan untuk mempersulit atau memotong akses ke pendidikan tinggi.
“Pesan utama yang ingin kami sampaikan adalah bahwa kebijakan TKA bertujuan memperkuat kualitas dan objektivitas seleksi jalur prestasi tanpa membatasi akses pendidikan tinggi bagi peserta didik secara keseluruhan,” tandasnya menutup pembahasan.
Artikel Terkait
Karung Hijau dan Uang Rp 2,6 Miliar: Kisah Suap Jabatan di Pati
Prabowo Cabut Izin 28 Perusahaan, Sumatera Mulai Dipulihkan
Kisah Buzzer Rp 600 Juta untuk Penyelamat Harvey Moeis Terungkap di Sidang
Kotak Hitam Pesawat ATR 42-500 di Gunung Bulusaraung Akhirnya Ditemukan