Di sisi lain, pihak kepolisian sedang menyelidiki. Kasatreskrim Polresta Pekanbaru, AKP Anggi Rian Diansyah, menyampaikan temuan sementara pada Senin (19/1/2026).
“Dari hasil olah TKP sementara, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan atau keterlibatan pihak lain. Barang bukti yang ditemukan menguatkan dugaan korban meninggal dunia akibat bunuh diri,”
kata Anggi.
Dijelaskannya, sebelum ditemukan, korban sempat melakukan panggilan video dengan pemilik kafe. Tapi anehnya, dalam panggilan itu SH sama sekali tidak merespons meski namanya dipanggil berulang. Sekitar pukul delapan pagi, seorang saksi yang hendak berangkat kerja melihatnya sudah tergeletak tak bernyawa di lokasi.
Keluarga korban, kata Anggi, memilih untuk tidak mempersulit keadaan. Mereka menolak tindakan visum et repertum di RS Bhayangkara.
“Keluarga telah membuat surat pernyataan resmi menolak visum dan memilih mengurus pemakaman secara mandiri dengan bantuan warga,”
jelasnya. Sebuah akhir yang sunyi, meninggalkan duka dan pelajaran pahit tentang jerat judi online.
Artikel Terkait
Kisah Buzzer Rp 600 Juta untuk Penyelamat Harvey Moeis Terungkap di Sidang
Kotak Hitam Pesawat ATR 42-500 di Gunung Bulusaraung Akhirnya Ditemukan
Prabowo Kembali ke Downing Street, Bahas Lanjut Kemitraan dengan PM Starmer
200 Triliun untuk UMKM, Kok Malah Ngendon di Pasar Modal?