Sebuah kafe di Kelurahan Suka Maju, Pekanbaru, kehilangan salah satu pekerjanya dengan cara yang memilukan. Pria itu, berinisial SH, ditemukan tewas di Jalan Tamrin pada Minggu pagi (18/1/2026). Semuanya mengarah pada dugaan bunuh diri.
Namun begitu, kisah pilu di baliknya baru terungkap lewat sebuah pesan. Sebelum kejadian, SH diketahui mengirim pesan perpisahan ke akun WhatsApp-nya sendiri. Isinya sungguh mengharukan.
Dia menuliskan penyesalan dan permintaan maaf yang mendalam untuk orang-orang terdekat. Rupanya, hidupnya terperosok dalam masalah keuangan yang pelik akibat judi online. Tekanannya begitu berat.
Korban mengaku sudah mengambil uang kas tempat kerjanya sebesar Rp3 juta. Tak cuma itu, sepeda motornya pun digadaikan. Utang menumpuk. Dalam pesannya, dia bahkan menulis nominal tebusan motor itu dengan rinci. Dia meminta kendaraannya dijual untuk menutupi kerugian yang dia sebabkan.
Yang lebih menyentuh, pesan itu diakhiri dengan peringatan keras untuk orang lain.
“Jangan judi ya… semuanya karena judi,”
Begitu tulisnya. Sebuah pesan terakhir yang penuh penyesalan.
Menurut pengakuannya sendiri, kecanduan judi online ini semakin menjadi setelah dia mendapatkan pinjaman online dalam jumlah besar. Tekanan ekonomi dan, yang tak kalah mencekam, ketakutan akan konsekuensi hukum, akhirnya membuatnya merasa tak sanggup lagi bertahan.
Artikel Terkait
Kisah Buzzer Rp 600 Juta untuk Penyelamat Harvey Moeis Terungkap di Sidang
Kotak Hitam Pesawat ATR 42-500 di Gunung Bulusaraung Akhirnya Ditemukan
Prabowo Kembali ke Downing Street, Bahas Lanjut Kemitraan dengan PM Starmer
200 Triliun untuk UMKM, Kok Malah Ngendon di Pasar Modal?