Nah, soal dinding itu, ada ide kreatif lain. Dinding-dinding sekitar bendung bisa dihiasi mural berisi nasihat atau karya seni. Jadi, selain bersih, tempat itu juga punya nilai estetika yang instagramable. Pengunjung nanti bisa swafoto dengan pemandangan sungai dan mural sebagai latar.
"Biar kalau di sini jadi tempat wisata, memandang ke sana enak, keren. Bisa untuk selfie karena pemandangannya bagus," katanya meyakinkan.
Namun begitu, Hasto paham sebuah destinasi butuh magnet. Ia menilai, langkah awal yang realistis adalah menghadirkan wisata bertema lokal dulu. Bendung Surokarsan bisa jadi wadah kreativitas warga. Misalnya, untuk pentas seni budaya di malam Minggu.
"Yang kita sekarang mampu dan bisa kita wujudkan seperti itu," pungkas Hasto.
Jika tahap awal ini berjalan lancar, bukan mustahil nantinya akan berkembang jenis wisata lain. Sungai Code, dengan jembatan legendaris seperti Gondolayu dan Sayidan, memang punya cerita panjang. Kini, ada harapan baru agar sungai itu tak hanya dilewati, tapi juga benar-benar dinikmati.
Artikel Terkait
Pesan Terakhir Pekerja Kafe: Jangan Judi Ya, Semuanya Karena Judi
Kolaborasi Warga dan Pemerintah Jaga Kali Code dari Ancaman Banjir
Mahfud MD Kritik Urutan Proses Hukum Ijazah Jokowi
Keringat dan Kekuatan: Kisah Para Kuli Panggul Perempuan di Pasar Pabean Surabaya