Transjakarta, MRT, dan LRC Catat Rekor 461 Juta Penumpang di 2025

- Rabu, 21 Januari 2026 | 13:12 WIB
Transjakarta, MRT, dan LRC Catat Rekor 461 Juta Penumpang di 2025

Angkutan umum di Jakarta makin ramai saja. Sepanjang 2025, jumlah penumpangnya melonjak tajam. Ini bukan sekadar perkiraan, melainkan data resmi yang diungkap langsung oleh Kepala BP BUMD DKI Jakarta, Syaefuloh Hidayat.

Dalam sebuah konferensi pers soal realisasi APBD di Balai Kota, Jakarta Pusat, Rabu (21/1) lalu, Syaefuloh membeberkan angka yang cukup mencengangkan.

“Total pengguna TransJakarta, MRT, dan LRT di tahun 2025 mencapai 461 juta penumpang,” ujarnya.

Kalau dibandingin sama tahun sebelumnya, kenaikannya gak main-main. Angka 461 juta itu berarti naik sekitar 16,65 persen dari 2024 yang ‘hanya’ 402 juta penumpang. Peningkatannya signifikan banget.

Menurut Syaefuloh, ada alasan di balik lonjakan ini. Selain mungkin masyarakat yang makin sadar buat nggak bawa kendaraan pribadi, layanan transportasinya sendiri memang diperluas.

“Ini seiring dengan perluasan layanan pada 2025, yakni penambahan 6 rute baru dan 327 armada bus,” jelasnya.

Nah, soal layanan gratis untuk 15 golongan seperti lansia dan penyandang disabilitas, itu tetap jalan. Bahkan makin banyak yang menikmatinya.

“Layanan gratis tetap diberikan. Jumlah penumpang yang dilayani secara gratis pada 2025 mencapai lebih dari 25,5 juta orang,” imbuhnya.

Pencapaian ini ternyata juga menarik perhatian dunia. Sistem transportasi publik Jakarta baru-baru ini dapat pengakuan internasional. Majalah Time Out menempatkannya sebagai yang terbaik kedua di Asia Tenggara, dan menduduki peringkat ke-17 secara global. Lumayan, kan?

Untuk gambaran yang lebih jelas, begini perkembangan jumlah penumpang dalam tiga tahun terakhir:

2023
318.589.431 penumpang

2024
402.186.791 penumpang

2025
461.127.187 penumpang

Dari data itu, tren kenaikannya jelas terlihat. Jakarta perlahan-lahan berubah, dan warganya mulai memilih untuk naik transportasi umum. Semoga aja, layanannya makin baik lagi ke depannya.

Editor: Dewi Ramadhani

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar