Logikanya, jika mayoritas penebangan punya izin resmi, maka bencana seperti banjir bandang yang melanda Sumatera belakangan ini, menurut Anies, bukan semata-mata soal illegal logging.
Nah, terkait banjir Sumatera itu, Kemenhut punya penjelasan sendiri. Menurut mereka, menyederhanakan penyebabnya hanya pada deforestasi adalah keliru. Ristianto menjelaskan bahwa bencana itu disebabkan oleh banyak faktor yang saling bertaut.
"Seperti curah hujan ekstrem, karakter topografi, kondisi DAS, perubahan tutupan lahan, serta dinamika iklim," paparnya. Jadi, tidak bisa serta-merta disimpulkan sebagai akibat satu hal saja.
Dia menggambarkan, banyak daerah aliran sungai di Sumatera memiliki hulu yang curam dan hilir yang datar. Kondisi ini diperparah oleh fenomena Siklon Tropis Senyar yang membawa hujan sangat lebat lebih dari 200 milimeter per hari. Guyuran air sebanyak itu jatuh di tanah dengan permeabilitas tinggi, atau kemampuan menyerap air yang sebenarnya bagus, tapi tetap kewalahan.
"Serta dinamika pemanfaatan lahan, terutama di areal penggunaan lain," jelas Ristianto. Kombinasi semua faktor inilah yang kemudian membanjiri sungai, meningkatkan erosi, dan pada akhirnya menyebabkan air meluap ke permukiman.
Artikel Terkait
BPOM Beri Nilai A+ untuk Dapur Gizi Polri Cipinang
Roy Suryo Soroti Bibir dan Hidung di Foto Ijazah Jokowi: Bukan Ciri Fisiknya
Eksodus Massal di Sihanoukville Usai Sang Raja Scam Dideportasi
Oranye Baru di Panggung Politik: Gerakan Rakyat Resmi Usung Anies di Pilpres 2029