Bupati Pati, Sudewo, resmi berstatus tersangka KPK. Dia diduga memeras calon perangkat desa, sebuah tuduhan yang dia bantah keras. Bahkan, dengan nada tinggi, Sudewo merasa dirinya justru dikorbankan dalam kasus ini.
"Saya menganggap saya ini dikorbankan, saya betul-betul tidak mengetahui sama sekali,"
Ucapnya tegas saat digiring ke mobil tahanan di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Selasa lalu. Dia bersikukuh tak terlibat.
Menurut Sudewo, proses pengisian jabatan di desa-desa itu rencananya baru digelar Juli 2026. Rencana itu pun, klaimnya, belum pernah dia bahas baik formal maupun sekadar obrolan dengan para kepala desa atau camat di wilayahnya. Semua masih wacana.
Dia malah menyebut telah menyiapkan sistem seleksi yang transparan untuk mencegah kecurangan.
"Salah satunya adalah seleksinya sistem CAT dan juga mengundang ormas LSM dan semua pihak termasuk media untuk melakukan pengawasan seleksi ya itu, dan itu betul-betul saya niatkan,"
ujarnya. Sudewo lalu membela rekam jejaknya. "Selama saya menjadi bupati, ada pengangkatan pejabat di lingkungan pemerintah Kabupaten Pati baik eselon 3 maupun eselon 2 yang ratusan orang, termasuk pejabat di rumah sakit umum daerah dan BUMD tidak ada satu pun yang transaksional. Saya tidak menerima imbalan apa pun,"
Artikel Terkait
Masjid Istiqlal Houston Jadi Pusat Ukhuwah bagi Muslim Multikultural di Ramadan
Analisis CSIS: Operasi Militer AS di Iran Habiskan Rp62,6 Triliun dalam 100 Jam Pertama
Valverde Cetak Gol Telat, Real Madrid Taklukkan Celta Vigo 2-1
Valverde Selamatkan Real Madrid dengan Gol Dramatis di Menit Akhir