Retribusi daerah menyusul di posisi berikutnya dengan Rp 556,22 miliar. Yang menarik, pos lain-lain PAD yang sah justru melampaui target dengan cukup signifikan, hingga 130,61%.
Ini tentu bukan hasil instan. Capaian PAD tersebut merupakan buah dari upaya konsisten pemerintah kota dalam memperkuat basis pendapatan. Caranya? Melalui perbaikan sistem, mendorong kepatuhan, dan tentu saja, penguatan layanan semua tanpa maksud membebani masyarakat.
"Kami berupaya memastikan bahwa setiap potensi pendapatan dikelola secara adil dan transparan, sehingga manfaatnya bisa kembali dirasakan oleh warga Kota Semarang,"
imbuh Agustina menegaskan komitmennya.
Sementara dari sisi pendapatan transfer, kinerjanya juga patut diacungi jempol. Realisasinya mencapai Rp 2,36 triliun, atau nyaris sempurna di angka 99,62% dari anggaran. Hal ini jelas memperkuat daya fiskal daerah untuk mendanai berbagai program prioritas.
Lalu bagaimana dengan belanja? Realisasi di angka 88,69% menunjukkan pola pengeluaran yang terkendali dan yang paling penting tepat sasaran. Ke depan, Pemkot Semarang berjanji akan tetap menjaga efisiensi belanja. Komitmennya jelas: setiap rupiah harus sejalan dengan peningkatan kualitas pembangunan dan pelayanan untuk warganya.
Artikel Terkait
Perempuan Tewas Tertimpa Tembok Roboh di Karangpilang
Tiga Tewas, Satu Hilang dalam Insiden Kapal Terbalik di Perairan Batam
Tiongkok Desak Penghentian Operasi Militer di Timur Tengah, Khawatir Konflik Meluas
Menkum HAM Ingatkan Aparat Hati-hati Tangkap dan Tahan Usai Pembebasan Aktivis