Hujan deras yang mengguyur Bekasi selama berhari-hari akhirnya memakan korban. Di Muara Gembong, tepatnya di Kampung Bendungan, sebuah tanggul Sungai Citarum tak kuasa lagi menahan beban. Ia jebol pada Senin malam, sekitar pukul 23.50 WIB, mengirimkan air bah yang dalam sekejap membanjiri permukiman warga.
“Tanahnya masih gembur karena hujan berhari-hari. Kena rembesan sedikit saja langsung terkikis sampai akhirnya jebol,”
kata Satibi (45), warga setempat, ketika ditemui di lokasi kejadian, Selasa pagi. Kekhawatirannya terlihat jelas di raut wajahnya.
Lokasi tanggul yang bobol itu berbatasan langsung dengan jalan raya. Faktor ini membuat air mengalir dengan cepat dan ganas masuk ke dalam kampung. Hanya dalam hitungan menit, genangan di beberapa titik sudah setinggi pinggang orang dewasa, bahkan ada yang mencapai satu setengah meter. Satu rumah yang berdiri paling dekat dengan bibir sungai mengalami kerusakan parah. Syukurlah, penghuninya berhasil menyelamatkan diri, sehingga laporan korban jiwa bisa dihindari.
Dari pantauan di lapangan, material tanggul yang cuma berupa timbunan tanah dan bebatuan itu memang terlihat tak sanggup lagi. Derasnya arus kiriman dari hulu sungai dengan mudah menggerus dan merobohkannya.
Akibatnya, luapan Citarum tak terbendung. Ribuan rumah di sepanjang bantaran terendam, memaksa banyak keluarga angkat kaki. Mereka mengungsi secara mandiri, mencari tempat yang lebih tinggi untuk sekadar berteduh sementara.
Artikel Terkait
Ketika Negara Mengintip Kamar Tidur: Dilema KUHP Baru dan Perkawinan yang Dipidanakan
Dominasi NVIDIA di Pasar AI Tiongkok Diprediksi Rontok ke 8% pada 2026
Demokrasi di Balik Layar: Ketika Oligarki Mengatur Panggung Politik Indonesia
KUHAP Baru Resmi Berlaku, Keadilan Restoratif dan Hukum Adat Jadi Pilar Utama