Perayaan Imlek tak pernah lepas dari suguhan makanan istimewa. Tapi bagi masyarakat Tionghoa, ini bukan sekadar soal rasa. Setiap hidangan yang tersaji di meja adalah simbol, sebuah doa yang terwujud, membawa harapan akan keberuntungan dan kebahagiaan di tahun yang baru.
Di sisi lain, tradisi ini juga menjadi momen untuk bersyukur dan menyambut masa depan dengan penuh optimisme. Nah, kalau kamu penasaran, berikut beberapa makanan khas yang selalu dinanti dan makna baik yang tersembunyi di baliknya.
Pangsit
Kalau ke China Utara, hampir dipastikan pangsit jadi menu wajib di malam pergantian tahun. Bentuknya yang khas, menyerupai batangan perak kuno, membuatnya dianggap sebagai pembawa rezeki. Percaya nggak percaya, ada keyakinan bahwa semakin banyak kamu menyantapnya, semakin besar pula keberuntungan finansial yang akan datang menghampiri.
Mie Panjang Umur
Mie yang satu ini sengaja dibuat panjang dan tak terputus. Maknanya jelas: harapan untuk umur panjang dan kelangsungan hidup. Cara penyajiannya pun biasanya digoreng atau direbus dengan kuah, yang penting, jangan dipotong! Mie ini melambangkan perjalanan hidup yang mulus dan berkesinambungan.
Ikan Utuh
Dalam bahasa Mandarin, ikan disebut ‘yu’, yang bunyinya mirip dengan kata ‘surplus’ atau kelimpahan. Makanya, muncul ungkapan “nian nian you yu”, harapan agar setiap tahun selalu ada lebihnya.
Ikan selalu dihidangkan utuh, lengkap dengan kepala dan ekornya. Ini simbol dari awal dan akhir yang baik, sebuah keutuhan. Biasanya ikan dikukus sederhana dengan kecap, jahe, dan daun bawang untuk menjaga rasa aslinya. Uniknya, seringkali hidangan ini sengaja tidak dihabiskan. Menyisakan sedikit ikan dianggap sebagai simbol tabungan rezeki untuk tahun depan.
Jeruk Mandarin
Warna keemasan jeruk ini langsung mengingatkan pada kekayaan dan kesuksesan. Namanya dalam bahasa Mandarin juga punya bunyi yang menguntungkan. Itu sebabnya jeruk mandarin kerap dibagi-bagikan, biasanya berpasangan, sebagai hadiah. Rasanya yang segar dan mudah dikupas hanya menambah alasan kenapa buah ini jadi favorit. Memberikannya kepada orang terdekat adalah cara sederhana menyampaikan doa untuk kebahagiaan mereka.
Lumpia Emas
Lihat saja warnanya yang keemasan setelah digoreng, mirip batangan emas, kan? Lumpia memang melambangkan kekayaan. Isiannya yang beragam bisa sayuran, daging, atau udang yang dibungkus kulit renyah, dianggap mewakili keberagaman dan kemakmuran dalam hidup. Hidangan ini fleksibel, bisa dikreasikan, tapi makna tradisionalnya sebagai pembawa keberuntungan tetap tak tergantikan saat Imlek tiba.
Artikel Terkait
Danau Matano, Danau Purba Terdalam di Asia Tenggara, Jadi Surga Tersembunyi di Luwu Timur
KTNA Dukung Swasembada Pangan, Siap Hadapi El Nino dengan Inovasi
Wali Kota Makassar Larang Pungutan Biaya Perpisahan Sekolah, Ancaman Sanksi untuk Kepsek
Geng Motor Bersenjata Samurai Teror Warung di Maros Dini Hari